Anak Perusahaan Padoma Kelola 20 mmscfd Kilang Tangguh

Anak Perusahaan Padoma Kelola 20 mmscfd Kilang Tangguh
(kiri ke kanan) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Barat Johani Abraham Tulus, Head of Country BP Tangguh Suryo, Bupati Bintuni Petrus Kasihiw, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Bupati Fakfak Muhammad Uswanas, Kepala SKK Migas Pamalu A Rinto Pudyantoro dalam pertemuan terkait pengelolaan LNG 20 mmscfd oleh PT Padoma Global Neo Energi di Sorong, baru-baru ini.

Pemkab Teluk Bintuni dan Fakfak merekomendasikan PT Padoma Global Neo Energi (PGNE), anak perusahaan PT Padoma untuk mengelola LNG 20 million standard cubic feet per day (mmscfd) dari kilang Tangguh untuk kelistrikan Papua.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Barat, Johani Abraham Tulus, melalui pesan WhatsApp ke papuakini.co, Minggu (17/2/2019).

PT PGNE merupakan joint venture atau usaha patungan dengan PT Gas Negara.

Anak Perusahaan Padoma Kelola 20 mmscfd Kilang Tangguh
(Kiri ke kanan) Head of Country BP Tangguh Suryo, Bupati Bintuni Petrus Kasihiw, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Bupati Fakfak Muhammad Uswanas, Kepala SKK Migas Pamalu A Rinto Pudyantoro dalam pertemuan terkait pengelolaan LNG 20 mmscfd oleh PT Padoma Global Neo Energi di Sorong, baru-baru ini.

Rekomemdasi itu disepakati Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw dan Bupati Fakfak Muhammad Uswanas dalam rapat bersama Pemprov Papua Barat, diwakili Wakil Gubernur Mohamad Lakotani, Kepala SKK Migas Perwakilan Papua Maluku, A Rinto Pudyantoro, dan Head of Country BP Tangguh Suryo, di sebuah hotel di Sorong baru-baru ini.

Tindaklanjut dan kesepakatan dan persetujuan ini adalah pengiriman surat resmi dari kedua bupati daerah penghasil dan pengembangan industri hulu migas tersebut, sebagai salah satu persyaratan bagi PT PGNE, ke SKK Migas dan BP Tangguh.(an/dixie)

Baca Juga :
TKBM Sorong Mogok Kerja