Ini Alur Pengalihan Dana Asrama Tuna Netra Dinsos Papua Barat

Ini Alur Pengalihan Dana Asrama Tuna Netra Dinsos Papua Barat
Ilustrasi anggaran pembangunan

Kepala Bidang di Dinas Sosial Papua Barat, Luther Krimadi mengklarifikasi soal pengalihan anggaran pembangunan asrama tuna netra.

Menurut dia, anggaran pembangunan asrama itu masuk bersamaan dengan pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Papua Barat.

Proses yang berlarut membuat waktu tersisa hanya 3 bulan.

Akhirnya, diputuskan untuk mengembalikan anggaran itu.

Namun, kepala dinas saat itu menyarankan anggarannya direvisi dan dialihkan ke kegiatan lansia dan disabilitas.

“Kami langsung buat surat ke kepala dinas, kemudian, kepala dinas tandatangan dan kita ajukan ke Sekda. Sampai di Sekda, beliau setuju dan keluarkan disposisi. Kita surati keuangan, mereka setuju. Akhirnya dimasukkan dalam APBD Perubahan, kemudian disidangkan dan disetujui,” ujarnya via ponsel, Minggu (24/3/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, kalangan tuna netra mempertanyakan pengalihan anggaran pembangunan asrama mereka yang dianggarkan Rp2,5 M. Pengalihan itu dinilai sejumlah pengamat hukum sebagai pelanggaran.

Lanjut Luther, setelah masuk dalam DIPA perubahan dan anggaran itu dibagi ke pihak tiga untuk siapkan.

“Proses peralihan itu dibuktikan dengan sejumlah dokumen dan bisa kami tunjukkan,” ungkap Luther yang saat ini tengah mengikuti PIM 3 di Jogjakarta.

Dia mengaku tidak tahu dari mana informasi itu muncul di publik, yang jelas, dia sudah memberikan klarifikasi pada pihak kejaksaan.

“Kejaksaan sudah datangi kami waktu itu. Saya sudah tunjukkan dokumennya. Mereka katanya hanya klarifikasi,” terangnya.

Untuk asrama tuna netra sendiri tetap dibangun, namun dimulai tahun ini. Itu pun asrama untuk mengakomodir semua penyandang disabilitas di Manokwari.

“Jadi asrama itu kita anggarkan lagi dan baru mulai dikerjakan tahun 2019 ini. Lokasinya di Bakaro. Tahun 2017 sudah siapkan lahan. Tanah lengkap dengan sertifikatnya,” bebernya.

Dia lalu mengatakan sudah membangun gedung Loka Bina Karya. Pagar juga sudah dibangun. “Itu program untuk keseluruhan jadi tahun ini sebagai percontohan,” tandasnya.(njo)