Wow, Wabah Campak Serbu Amerika Serikat, Larang Warga tak Tervaksin Masuk Tempat Publik

Wow, Wabah Campak Serbu Amerika Serikat, Larang Masuk Warga tak Tervaksin Masuk Tempat Publik
Pejabat pemerintahan Rockland County menyatakan keadaan darurat akhir Maret lalu, yang berlaku sampai sekarang, dibarengi larangan bagi siapa saja yang tidak divaksinasi campak, mumps (gondongan), dan rubella untuk masuk tempat-tempat publik seperti gereja, sekolah, dan pusat-pusat perbelanjaan. (foto: istbuzzfeed)

Rekor. Hingga April 2019 ini Centers for Disease Control (CDC) Amerika Serikat mendata ada 695 orang terserang campak (measles) di 22 negara bagian Amerika Serikat.

Jumlah ini sudah melebihi semua kejadian campak di tahun berapa pun di AS, sejak penyakit itu secara resmi dinyatakan terbasmi di negara Paman Sam itu pada 2000 lalu.

Dilaporkan Buzzfeed, di New York penyakit ini menyerang ratusan orang. Pejabat-pejabat kesehatan setempat mengatakan pengidapnya kebanyakan adalah anak-anak kecil yang tidak divaksinasi. Ada juga dua wanita hamil yang terserang, yang membuat mereka rentan keguguran.

Mewabahnya peyakit ini, menurut CDC, antara lain disebabkan informasi keliru tentang vaksin campak. Itu termasuk informasi keliru yang kerap disebarluaskan Donald Trump, kini Presiden AS, melalui berbagai cuitannya di Twitter, yang menyebutkan vaksin campak terkait dengan autism.

Sebelum AS menerapkan program vaksinasi campak pada 1963 lalu, sekira 3-4 juta orang tiap tahun terserang penyakit menular ini. Sekira 400-500 orang meninggal tiap tahunnya.

Selama berbulan-bulan pemerintahan Trump tak bicara soal wabah campak ini. Tapi, pada Rabu (25/4/2019) waktu AS, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Alex Azar, mendorong warga AS untuk melakukan vaksinasi. Dia menekankan bahwa campak adalah penyakit yang sangat menular dan berpotensi fatal.(dixie)

Baca Juga :
Agustus-September, Pemprov Gelar Kampanye Massal Campak-Rubella