Gubernur Terjebak 9 Jam, Puluhan Hilux Hingga 3 Hari di Trans Papua Barat

Mobil 4WD ini jadi seperti kerbau yang berkubang dalam lumpur dan pasir di jalur Trans Papua Barat kawasan Distrik Tahota, Manokwari Selatan.

Saat rombongan Gubernur Papua Barat berhasil menembus jalur trans Papua Barat, setelah terjebak selama 9 jam di jalan berlumpur di Kampung Mamey setelah ditarik alat berat, maka puluhan supir mobil hilux (sebutan warga untuk mobil 4 WD apapun merknya) dari arah Manokwari-Manokwari Selatan-Teluk Bintuni dan sebaliknya terjebak hingga tiga hari.

“Sudah dua malam kita tidur di mobil dengan posisi mobil terjebak di kolam pasir. Sedangkan satu hari kita terjebak di kolam bebek, ” ujar Kama Mustafa, salah satu supir hilux, Senin (17/6/2019).

Kata dia, dalam dua hari, mereka hanya berhasil menarik dua mobil. “Kami sudah tiga hari di sini. Makanan sudah tidak ada. Tempat beli makan harus jalan kaki lagi tiga kilo meter dengan kondisi jalan berlumpur seperti ini. Pemerintah tolong perhatikan jalan ini,” tuturnya.

Selain sudah memakan korban jiwa lantaran lelah berjalan kaki, Minggu (16/6/2019) malam, ada penumpang yang pingsan diduga karena kelelahan dan kelaparan srta kehausan.

Baca Juga :
Pejabat Papua Harus Kawal Hak Intelektual Seni Budaya

Kata Kama, kerusakan jalan itu semakin parah sejak 3 bulan terakhir ini.

Ditanya soal ada tidaknya alat berat, dia justru mempersilakan wartawan lihat sendiri sepanjang jalan itu.

“Abang lihat sendiri, dari ujung ke ujung tidak ada alat berat yang kerja. Ada satu di atas tapi rantai kiri lepas,” ujarnya.

Gubernur Terjebak 9 Jam, Puluhan Hilux Hingga 3 Hari di Trans Papua Barat
Antrian panjang mobil 4WD yang pengemudinya was-was bisa tidak lolos dari kubangan lumpur di Trans Papua Barat.

Sopir lain, Rahman mengaku sangat berat melintas ruas jalur itu dengan kondisi jalan berlumpur. Dia sangat prihatin dengan penumpang ibu-ibu yang membawa anak kecil.

“Kami tidak apa apa, tapi kasihan ibu-ibu, apalagi bawa anak kecil, yang harus jalan kaki dengan kondisi jalan seperti ini,” kata Rahman yang kala itu tengah beristirahat sejenak dalam upaya menarik kendaraannya yang terjebak.

Pantauan menunjukkan memang tidak ada alat berat yang bekerja. Saat itu ada tiga titik parah yang membuat kendaraan terjebak. Lumpur setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa menghantui para sopir.

Baca Juga :
Sopir Bilang Tak Ada Alat Berat di Jalan Trans Mansel-Bintuni, Satker PJN Klaim Ada

Saat tiba di lumpur bebek, ada satu alat berat yang bergerak ke atas. Namun alat berat itu tidak bisa melintas. Jalan pas-pasan dan di depannya banyak kendaraan terjebak.

Pantauan papuakini.co, baru ada kendaraan yang berhasil lolos dari jebakan lumpur sekira pukul 03.00 WIT, Selasa (18/6/2019) dini hari tadi.(njo)