Ziarah Rohani Keagamaan Umat Muslim Papua Barat 2019 Tertunda

Ziarah Rohani Keagamaan Umat Muslim Papua Barat 2019 Tertunda
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan secara simbolis mamasang tanda peserta ziarah rohani keagamaan Papua Barat, 18 Juni 2019.

Ziarah rohani keagamaan umat Muslim Papua Barat ke Mekkah tertunda. Mereka semula dijadwalkan berangkat 20 Juni 2019 besok dan kembali ke Papua Barat 30 Juni 2019.

Menurut Kepala Biro Mental dan Spiritual Papua Barat, Hermus Indouw, itu terjadi karena ada beberapa beberapa.

Pertama, pengurusan visa umroh yang bertepatan dengan bulan haji tahun ini. “Visa umroh sampai tadi malam sudah ditutup,” ujarnya, di sela pelepasan peserta ziarah rohani keagamaan Papua Barat 2019 oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Rabu (19/6/2019).

Kedua, ada perubahan sistem pengurusan passport yang membuat banyak banyak peserta ziarah yang sampai saat ini belum memiliki passport.

Baca Juga :
30-an Oknum Calon Anggota MRPB Terindikasi Pakai Ijazah Palsu

Ketiga, sebagian besar peserta juga belum disuntik pencegahan penyakit yang jadi salah satu syarat kunjungan.

“Jadi keberangkatan sesudah bulan haji, yaitu pada September. Kami mohon maaf sebesar-besarnya pada umat Muslim, khususnya peserta ziarah, dan Bapak Gubernur,” tuturnya.

Untuk ziarah umat Kristen Protestan ke Yerusalem dijadwalkan 15-28 Juli 2019. Ini karena dana baru dicairkan hari ini, sementara pengurusan visa minimal 30 hari setelah dana diserahkan ke perusahaan jasa perjalanan.

Baca Juga :
Cuaca Ekstrim di Papua Barat Diprediksi Berakhir Hari Ini

Ziarah ini diikuti 130 umat Kristen, 50 umat Muslim, dan dua pendamping dari instansi pemerintah dengan anggaran APBD 2019.

Tahun depan ziarah akan diprioritaskan untuk umat Katolik. Budha, dan Hindu.(an/dixie)