Wisuda Bersama STIE Mah Eisa dan STIH Bintuni Persiapan Universitas Lodewijk Mandatjan

Wisuda bersama pertama STIE Mah Eisa Manokwari dan STIH Bintuni-Manokwari di Manokwari, Sabtu (06/07/2019, di sebuah hotel di Manokwari berlangsung mulus.

Menurut Ketua STIH Bintuni, Dr Roberth KR Hammar SH MHum MM, ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan penggabungan dua sekolah tinggi itu menjadi Universitas Lodewijk Mandatjan Papua Manokwari.

Dari lima program studi (prodi) di dua perguruan tinggi itu, empat sudah tuntas pengurusannya di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat Kemenristekdikti. Nantinya prodi itu akan jadi fakultas.

“Tinggal satu (prodi), informatika komputer. Semoga bulan ini selesai. September diharapkan sudah jadi Universitas Lodewijk Mandatjan Papua Manokwari,” tutur Hammar dalam wisuda yang turut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Dr Suriel S Mofu SPd MEd TEFL MPhil dan Asisten Bidang Administrasi Pemprov Papua Barat Reymond RH Yap SE MTP, mewakili Gubernur Papua Barat, ini.

Wisuda Bersama STIE Mah Eisa dan STIH Bintuni Persiapan Universitas Lodewijk Mandatjan
Ketua STIH Bintuni, Dr Roberth KR Hammar SH MHum MM dalam wisuda bersama STIE Mah Eisa dan STIH Bintuni di Manokwari, 6 Juli 2019.

Hammar lalu mengatakan universitas itu pada awalnya akan memiliki lima prodi, yaitu ilmu hukum, manajemen, akuntansi, ekonomi kemaritiman, dan informatika komputer.

Di prodi ilmu hukum ada empat kekhususan, yaitu hukum perdata, pidana, tata negara, dan hukum adat. Di prodi manajemen ada kekhusan keuangan, pengembangan SDM, dan pemasaran.

“Nanti menyusul prodi kepariwisataan dan pendidikan musik,” ungkap Hammar, lalu mengingatkan kesiapan menjalani dan mengatasi era Indutri 4.0.

Wisuda gabungan ini terdiri dari 27 wisudawan dan wisudawati STIH Bintuni dan 140 STIE Mah Eisa. Di STIH Bintuni 12 meraih predikat sangat memuaskan dan 15 memuaskan, sedangkan di STIE Mah Eisa 109 sangat memuaskan dan 31 memuaskan.

Lulusan tertua di STIH Bintuni adalah Ayub Msiren yang berusia 45 tahun, sedangkan yang termuda Imanuel Inriyanto Ruslak Hammar, 22 tahun.

Baca Juga :
Gubernur Papua Barat Kuliah S2

Di STIE Mah Eisa, wisudawan tertua adalah Yohanes Bieth, 49 tahun, dan termuda Erikson Budi Utomo Wandau, 21 tahun.

Wisuda ini diwarnai ucapan terima kasih Hammar pada Sinaga. Pasalnya, kontingen paduan suara dari Papua Barat tinggal kediaman Sinaga saat mengikuti lomba tingkat internasional di Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Sinaga hadir di wisuda ini karena putrinya, Nopenas Sinaga, turut diwisuda sebagai Sarjana Ekonomi STIE Mah Eisa.(an/dixie)