Pemkab Kaimana Siap Gelontorkan Dana SAIK

Pemkab Kaimana Siap Gelontorkan Dana SAIK
Bupati Kaimana Matias Mairuma (kedua kiri) bersama tim ahli kepamongprajaan dalam Focus Group Discussion Kajian Pelimpahan Kewenangan Bupati ke Kepala Distrik, 11 Juli 2019.

Dengan menggunakan sebuah laptop yang disambungkan ke proyektor, seorang pemuda asal kampung Marsi, Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana Papua Barat dengan tenang dan gamblang memaparkan data penduduk di kampungnya pada Bupati Kaimana DrsMatias Mairuma dan tamu undangan lain dalam sebuah acara tahun lalu.

Pemaparannya dipuji Bupati karena data yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Informasi Kampung (SAIK) itu sangat terinci terkait kondisi masyarakat di Kampung Marsi.

Tertarik dengan data tersebut, Bupati menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk mengalokasikan anggaran bagi pembuatan data tersebut dalam APBD Perubahan 2019.

Baca Juga :
Bupati Ingatkan Masyarakat dan Caleg Tunggu Hasil Resmi KPU

Hal itu disampaikan Bupati dalam Focus Group Discussion Kajian Pelimpahan Kewenangan Bupati ke Kepala Distrik di salah satu hotel di Kaimana, Kamis (11/7/2019).

“Contohnya Kampung Marsi. Semua data masyarakat di Kampung ada di laptop. Kalau ada kebun maka kebunya apa? Kalau kebun Pala maka ada berapa pohon? Anak ada berapa. Yang sekolah berapa? Terus sekolah pakai apa? Ada seragam tidak? Rumah bagaimana? Apakah pondok atau gubuk?” papar Bupati.

Kalau itu nelayan, tambah Bupati, maka datanya pun lengkap. Misalnya tangkap ikan berapa banyak dalam satu pekan dan satu bulan. Kemudian dijual ke mana.

Baca Juga :
Bupati Kaget Ada Surat Dari Pemkab Mimika Soal Mutasi Kadis PU Kaimana

“Saya sudah sampaikan ke Tim Anggaran agar dalam alokasi anggaran perubahan ini ada untuk Beli Laptop lalu siapkan ade-ade di kampung. Tidak perlu sekolah tinggi, cukup dilatih dan mereka operasionalkan ini,” tutur Bupati.

Walau tak menyebutkan berapa besar alokasi anggaran untuk kegiatan ini, Bupati menyatakan data tersebut sangat penting untuk mengetahui data objektif Orang Asli Papua dan bagaimana potret atau profile kehidupan mereka. Juga dapat diketahui bagaimana kondisi sebelum dan setelah mendapatkan dana Otsus.

“Bicara tingkat kemiskinan berapa persen, ada di mana saja dan siapa saja. Apa yang harus dibuat untuk mereka? Kalau data ini ada, maka APBD yang ada ini kita arahkan ke situ,” jelas Bupati.

Baca Juga :
APBD Kaimana Tahun 2018 Disahkan

Menurut Bupati, untuk menyiapkan slide seperti yang ada di Marsi tidaklah sulit, karena hanya membutuhkan keseriusan terutama dari segi anggaran dan bagaimana menyiapkan pemuda yang ada di kampung.

Untuk itu, Bupati berharap agar sebelum Desember 2019 program itu sudah bisa berjalan, dan inilah yang akan dijadikan sebagai data statistik yang objektif. (cpk3)