Hiperkolesterolmia Dominasi Penyakit di Arborek, Raja Ampat

Hiperkolesterolmia Dominasi Penyakit di Arborek, Raja Ampat

Penyakit hiperkolesterolmia (10 orang) mendominasi warga yang diperiksa kesehatan oleh Dinas Kesehatan Papua Barat di Arborek, Kabupaten Raja Ampat.

Hasil ini diperoleh selama kegiatan Pelayanan Kesehatan Berbasis Masyarakat yang digelar di sana selama 8-12 Juli 2019.

Penyakit terbanyak kedua yang diidap warga dalam kegiatan oleh tim yang dipimpin dr Fenny Mayana Paisey MSi itu adalah Infeksi Pernafasan Saluran Akut (9), disusul myalgia atau nyeri otot pada (7), dan gastritis (4).

Baca Juga :
Renungan Suci Jelang HUT RI, Kapolda Ingatkan Jasa Pahlawan

Menurut ketua tim, dr Fenny Mayana Paisey MSi, banyaknya pengidap hiperkolesterolmia atau kolestorl tinggi itu diduga karena kebiasaan warga menyantap hidangan laut non ikan.

Untuk yang ISPA diduga karena cuaca yang kurang baik dan kerap berangin kencang, myalgia ditengarai akibat kelelahan, sedangkan gastritis diperkirakan ulah pola makan tak benar.

Tim, yang termasuk satu personil Kodam XVIII/Kasuari dan satu personil Polda Papua Barat itu, juga melakukan penyuluhan kebersihan cuci tangan pakai sabun dan sikat gigi yang benar pada 34 anak sekolah.

Baca Juga :
Panel Surya Terpasang, Tak Ada Alasan Lagi ke Kota

Penyuluhan kesehatan lain yang dilakukan adalah jangan buang air besar sembarangan. “Harus buang air besar di jamban,” tuturnya.

Keluhan lain yang dijumpai adalah banyaknya warga yang penglihatannya urang baik, tapi mereka sulit mendapat atau mengganti kacamata yang mereka pakai karena keterbatasan akses transportasi.

“Ada dua ibu hamil yang juga kami periksa, tapi syukurlah kondisi kehamilannya normal,” ungkap dr Paisey.

Baca Juga :
Manokwari Bayar Utang 240 M, Fasilitas Kesehatan Tersendat

Dia kemudian mengatakan tim mestinya melakukan pelayanan kesehatan tersebut di Puskesmas Warwanai. Tapi, rencana itu harus dibatalkan karena perahu motor yang dipakai tim terhalang ombak besar dan angin kencang. Itu membuat tim memutuskan melakukan pelayanan kesehatan di Arborek.

“Kami minta maaf atas perubahan rencana itu karena kondisi alam yang di luar kontrol kami,” tutur dr Paisey.(an/dixie)