Mantan Kapolda Papua: Asrama Mahasiswa Seperti Markas Komando, Saya Saja Tak Bisa Masuk

Mantan Kapolda Papua: Asrama Mahasiswa Seperti Markas Komando, Saya Saja Tak Bisa Masuk
(Kiri ke kanan) Kapolda Papua Barat Brigjen Hery Rudolf Nahak, Ketua Tim Asistensi Mabes Polri Irjen Paulus Waterpauw, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Pangdam XVIII Kasuari Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau dalam konferensi pers pasca rusuh Manokwari di Hotel Aston Niu Manokwari, 20 Agustus 2019.

Mantan Kapolda Papua Barat dan Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan asrama mahasiswa Papua di Malang, Jawa Timur, seperti markas komando.

“Saya pernah ngajak mereka makan malam. Dari ribuan mahasiswa Papua di sana, hanya 12 orang saja yang bersedia hadir. Padahal kita hanya makan malam, cerita-cerita, lalu pulang,” ujar Waterpauw.

Waterpauw mengatakan ini sebagai Ketua Tim Asistensi Mabes Polri dalam konferensi pers pasca rusuh Manokwari di hotel Aston Niu Manokwari, Selasa (20/08/2019).

Baca Juga :
Hammar: Pembangunan Hukum akan Gagal Jika Terus Abaikan Hukum Adat

Konferensi pers itu turut dihadiri, antara lain, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII Kasuari Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau, Kapolda Papua Barat, Brigjen Hery Rudolf Nahak.

“Saya pernah dua kali coba masuk asrama, tapi tidak bisa. Saya urungkan diri, karena bagaikan markas komando. Di Malang pun terjadi demikian. Nanti saya dilempari. Bagi mereka, tidak penting orang tua, (tapi) anda punya ide sama atau tidak (dengan mereka),” tandasnya.

Baca Juga :
Guru di Manokwari Tewas Dipanah dan Tangan Kanan Nyaris Putus

Oleh karena itu, Waterpauw mengatakan persoalan yang perlu disikapi juga berkaitan dengan fungsi asrama. Menurutnya, ada persoalan hakiki atau mendasar soal asrama kemahasiswaan.

“Tadi rapat saya bilang kepada Gubernur dan Wakil Gubernur bahwa harus diteliti dan dikoreksi kembali hal penguasaan asrama. Karena kalau mundur ke belakang asrama itu untuk kepentingan mahasiswa.(njo)