Wiranto Tegaskan Kedatangannya ke Manokwari Bukan Mata Mata Tapi Menyapa

Menko Polhukan Wiranto Ditusuk di Pandeglang, Pelaku Diduga Simpatisan ISIS
(Kiri ke kanan) Kapolda Papua Barat Brigjen Hery Rudolf Nahak, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Pangdam XVIII Kasuari Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau dalam pertemuan dengan para tokoh di Manokwari, Papua Barat, 22 Agustus 2019.

Menko Polhukam Wiranto menegaskan bahwa kunjungan dia bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian ke Manokwari, Papua Barat bukan untuk mengawasi atau memata-matai daerah pasca konflik Senin lalu.

“Kami ke Manokwari untuk menyapa masyarakat, bukan memantau atau mengawasi masyarakat pasca konflik. Itu juga merupakan perintah Presiden,” ujar Wiranto saat tatap muka bersama sejumlah tokoh di salah satu hotel di Manokwari, Kamis (22/10/2019) sore.

Wiranto bersyukur karena konflik yang terjadi di wilayah Papua Barat cepat reda. “Itu karena masyarakat sadar bahwa keberagaman kita kalau disatukan akan jadi kekuatan besar. Saya juga terimakasih pada aparat keamanan yang sadar dan tanpa kekerasan mengamankan situasi,” tuturnya.

Dia lalu mengatakan, Indonesia akan menjadi negara terbesar ke empat di dunia pada 2045. “Ini ramalan pakar internasional, dengan catatan kita bersatu sebagai bangsa, jaga stabilitas politik, keamanan, sosial dan sebagainya,” tandasnya.(njo)

Baca Juga :
Hermus Indouw Ingatkan Perdamaian, Kesatuan, dan Kebersamaan