Gubernur Ajak 7 Suku Bintuni Jaga Keamanan Ketertiban

Gubernur Ajak 7 Suku Bintuni Jaga Keamanan Ketertiban
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam peresmian Makodim dan pelantikan Dandim 1806 Teluk Bintuni, 5 September 2019.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak tujuh suku Bintuni dan seluruh suku Nusantara untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

“Saya mengajak seluruh anak bangsa untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kita, khususnya masyarakat tujuh suku yang berada di Teluk Bintuni, dengan hidup saling hormat menghormati dengan suku Nusantara lainnya,” ujar Gubernur.

Gubernur mengatakan ini usai peresmian Makodim dan pelantikan Dandim 1806 Teluk Bintuni oleh Pangdam XVIII Kasuari Mayjen Joppye Onesims Wayangkau, Kamis (06/09/2019).

Baca Juga :
Bupati Petrus Kasihiw Terima Penghargaan PBB

Pernyataan ini terkait insiden pahit terkait rasisme beberapa pekan lalu, yang berakibat terjadi perusakan infrastruktur di Manokwari, Sorong, dan Jayapura oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kita serahkan dan dukung penuh pihak keamanan serta lembaga terkait agar menindak tegas siapa saja yang mencoba melakukan hal-hal yang melanggar ketertiban umum. Jangan kita mudah terprovokasi oknum yang tidak bertanggung jawab,” tutur Gubernur.

Gubernur juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga NKRI. “Mari kita jaga NKRI, maka NKRI jaga kitorang, mari kita jaga Tanah Papua, Tanah Papua jaga kitorang, kitorang jaga Papua Barat, Papua Barat jaga kitorang, mari kita jaga Teluk Bintuni, Teluk Bintuni jaga kitorang,” ajak Gubernur.

Baca Juga :
Cici Hamdayani Juara Lomba Baca Berita HBR RRI Teluk Bintuni

Gubernur kemudian berterima kasih pada keluarga besar suku Arfak, Souw, dan keluarga besar tujuh suku, yang telah memberikan lahan untuk berdirinya Makodim 1806 Teluk Bintuni.

Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw menyatakan hal serupa.

Menurutnya, kondisi situasi aman dan kondusif di Teluk Bintuni berkat doa dan kerja keras seluruh lapisan masyarakat Teluk Bintuni, baik pihak keamanan dan lebih khusus masyarakat asli tujuh suku, suku Papua yang lainnya, serta suku Nusantara.

“Kalau kita semua tidak bersatu maka keamanan tidak akan pernah terjamin. Maka dari itu saya mengajak mari kita jaga Tanah Sisar Matiti yang kita cintai ini,” tutur Bupati.(cpk6/dixie)