Rakernas III Kerukunan Keluarga Kawanua Rekomendasikan Tim Rekonsiliasi

Rakernas III Kerukunan Keluarga Kawanua Rekomendasikan Tim Rekonsiliasi

Rapat Kerja Nasional ke III Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) pimpinan Ketua Umum KKK Ronny F Sompie melahirkan empat rekomendasi yang memprioritaskan ke penyatuan kepengurusan.

Dalam siaran pers yang diterima papuakini.co, Rakernas ini dilaksanakan di Kinasih Resort & Conference Caringin, Bogor Jawa Barat pada 26-27 Oktober 2019.

“Rakernas KKK kali ini dilaksanakan secara bersama dengan harapan bisa menjadi jalan bagi percepatan KKK sebagai rumah bersama Wale Wangko, bagi warga asal Kawanua Sulawesi Utara,” kata Sompie.

Sompie mengungkapkan Rakernas kali ini sangat istimewa karena dilakukan secara bersamaan dengan rapat serupa pimpinan Angelica Tengker.

Sompie menyatakan dalam Rakernas ini dia melakukan pendekatan dengan kasih, untuk mewujudkan KKK sebagai rumah bersama bagi semua pengurus dan anggota yang ada di dalam dua kepengurusan, yang selama ini terpisah karena adanya perbedaan.

Rakernas yang diikuti 18 DPD dan 25 DPC dari seluruh Indonesia ini mengangkat tema “Baku Ator Voor Torang Pe Bae”, yang artinya atur baik demi kebaikan bersama.

Rakernas ini memutuskan Ronny F Sompie sebagai Ketua Umum, di mana nantinya kedua kubu akan membentuk Tim Rekonsiliasi untuk menuju penyatuan kepengurusan KKK.

“Demi penyatuan KKK, selesai acara saya berkunjung ke tempat pelaksanaan acara Ibu Angelica, di mana mereka juga melakukan kegiatan yang sama di lokasi yang sama,” ungkap Ronny.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 KKK Brigjen Pol DR Winston Tommy Watuliu menilai Sompie berhasil menjadikan KKK semakin dikenal melalui berbagai kegiatan keagamaan, kebudayaan, kesenian, dan sosial di tengah kesibukannya sebagai Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

“Pak Ketum sangat berpengaruh dan jelas berkontribusi nyata dalam menjalankan roda organisasi KKK. Beliau juga sudah kurang lebih dari tiga kali berjumpa dengan pihak Ibu Ika (Angelica Tengker, red). Belum lagi di tempat Rakernas dilakukan juga beberapa kali pertemuan serta pendekatan, semuanya demi menuju bersatunya KKK,” tuturnya.(***)