Pembebasan Lahan Bandara, Pemkab Manokwari Terbentur Orang Terpandang

Pembebasan Lahan Bandara, Pemkab Manokwari Terbentur Orang Terpandang
Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan (kanan depan) dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Manokwari, 31 Oktober 2019.

Pembebasan lahan Bandara Rendani Manokwari masih terbentur kendala. Ada keluarga terpandang yang meminta harga pembebasan lahan lebih tinggi dari pagu yang ditetapkan.

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan menyatakan Pemkab tak bisa membayar harga yang diminta keluarga tersebut karena, kalau dilakukan, dipastikan akan jadi temuan.

Ini membuat Bupati meminta bantuan Pemprov, melalui Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, untuk membicarakan hal tersebut dengan keluarga terpandang tersebut.

Permintaan itu disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur di sebuah hotel di Manokwari, Kamis (31/10/2019).

Pembebasan lahan bandara tersebut sudah dilakukan dua tahap. Tahap pertama di 2018 digelontorkan dana 24,2 M yang bersumber dari bantuan Pemprov 20 M dan Pemkab Manokwari 10 M.

Di 2019 dikucurkan dana pembebasan lahan 20 M, terserap 19,8 M, murni dari APBD Manokwari.

Masih butuh dana sekira 24 M untuk pembebasan seluruh lahan yang dibutuhkan untuk perluasan bandara ini.

Usai rapat itu Gubernur bersama Bupati dan instansi terkait melakukan peninjauan lokasi perluasan.(an/dixie)

Baca Juga :
Tinjau UNBK SMK, Gubernur Papua Barat Tak Lagi Jabatan Tangan