Sensus Penduduk Sistem Online Dimulai 15 Februari 2020

Sensus Penduduk Sistem Online Dimulai 15 Februari 2020
Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia, Kabag Humas BPS RI Eko Oesman, dan Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani.

Sensus penduduk yang digelar 10 tahun sekali akan dilakukan 15 Februari sampai 31 Maret 2020, disusul pencacahan ulang dengan terjun ke lapangan mulai Juli 2020 Salah satu beda sensus nanti dengan enam sensus sebelumnya adalah ada periode sistem sensus penduduk online.

“Sensus online harus diakses di website BPS. Kalau sekarang belum bisa, karena baru akan dibuka 15 februari,” ujar Kabag Humas BPS RI, Eko Oesman, dalam workshop wartawan dengan BPS Papua Barat terkait sensus penduduk 2020 menuju satu data kependudukan di Hotel Aston Niu, Manokwari, Selasa (10/12/2019).

Sensus online itu akan sangat efektif bagi penduduk yang memiliki tingkat kesibukan tinggi dan sering berpergian, sehingga akan sulit dijumpai di rumah.

Sistem sensus penduduk secara online itu menargetkan sekira 20-30 persen penduduk, dan akan berlaku seluruh Indonesia.

Untuk memastikan 100 persen penduduk terdata, maka BPS nantinya akan menetapkan satu hari khusus untuk pendataan.

“Ada hari khusus orang BPS turun dan mendata semua orang seperti yang gelandangan, pengemis, orang tidak punya rumah, dan lain lain. Bahkan, kita rencana kerjasama dengan operator seluler untuk mengirim pemberitahuan terkait sensus penduduk,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia, mengatakan, sensus 2020 akan dilakukan dengan metode yang berbeda, di mana pencacahan lapangan akan menggunakan data Direktorat Kependudukan dan Capil.

Dengan cara ini SP 2020 dapat menghasilkan data kependudukan yang strategis, dan juga pijakan perumusan pembangunan daerah berkelanjutan.

Dia berharap sensus tahun depan media bisa menjadi corong dan mengkampanyekan ini ke publik, dengan harapan 100 persen masyarakat bisa ter-cover dalam sensus.(njo)

Baca Juga :
Densus 88 Segel Gelanggang Mahasiswa FISIP Universitas Riau