Ini Kesan Tak Terlupakan Kapolda Lama Papua Barat, Berharap Dapat Tanda Heran Selanjutnya

Ini Kesan Tak Terlupakan Kapolda Lama Papua Barat, Berharap Dapat Tanda Heran Selanjutnya

Kesan tak terlupakan Irjen Drs Herry Rudolf Nahak MSi selama jadi Kapolda Papua Barat adalah saat dia dan Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani dan Pagdam XVIII/Kasuari Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau dilepari batu oleh pengunjuk rasa dalam rusuh di Manokwari 19 Agustus 2019 lalu.

Ini diungkapkan Nahak yang dipromosi jadi Asisten Operasi Kapolri dalam pisah sambut Kapolda Papua Barat di hotel Aston Niu Manokwari, Sabtu (21/12/2019).

“Saya sudah biasa (dilempari demonstran) saat bertugas di Jakarta. Tapi batu sebesar itu baru di Papua Barat,” ujar Nahak yang karirnya melesat setelah bertugas selama 7 bulan 14 hari di Papua Barat.

Seperti diberitakan papuakini.co, akibat pelemparan itu aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Dia merasa terberkati di Tanah Papua, khususnya Papua Barat, karena tugasnya menjadi ringan dan mulus berkat kekompakan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Wagub, dan Forkopimda serta masyarakat.

Itu pula yang membuat kekacauan di Papua Barat berlangsung hanya sehari, tak seperti di Papua yang terjadi selama berbulan-bulan.

“Kuncinya di Pak Gubernur. Kalau Pak Gubernur datang pasti aman. Setelah 19 Agustus saya selalu bersama Pak Gubernur. Saya lapor ke Kapolri sudah ditenangkan Kepala Suku Besar Arfak,” ujarnya disambut applause meriah hadirin.

Dengan mengutip pernyataan Dominee Izaak Semuel Kijne, dia berharap berkat yang diperolehnya di Tanah Papua ini bisa berbuah berkat lainnya, alias siapa yang bekerja tulus di Tanah Papua akan mendapat tanda heran satu ke tanda heran lainnya.

“Tanda heran pertama adalah kerusuhan yang hanya sehari, tanda heran berikutnya adalah promosi saya sebagai Asisten Operasi Kapolri,” tuturnya.

Dia juga menyatakan jatuh cinta pada Papua Barat, dan akan cari-cari alasan agar bisa sesering mungkin mengunjungi Papua Barat.(an/dixie)