Ini Catatan Khusus Gubernur Tentang Kajati Papua Barat

Ini Catatan Khusus Gubernur Tentang Kajati Papua Barat
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menerima plakat dari Kajati Papua Barat Yusuf SH MH, 7 Januari 2020. Tampak pula Pangdam XVIII Kasuari Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan sudah lama mengimpikan kehadiran Kejaksaan Tinggi Papua Barat yang baru bisa beroperasi Januari 2020 ini.

“Ini jadi kebahagiaan dan kebanggaan karena kerjasama untuk mengusahakan ini semua berhasil,” ujar Gubernur dalam sambutan peresmian kantor Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Selasa (07/01/2020).

Gubernur menegaskan Pemprov Papua Barat berusaha untuk melengkapi Muspida di Papua Barat, yang salah satunya adalah Kejaksaan Tinggi.

Menurut Gubernur, Tanah Papua tiga kalo lebih besar dari pulau Jawa. Jika ditotalkan Papua dan Papua Barat, ada 42 Kabupaten se tanah Papua. Dengan luasan itu, pencegahan hukum akan cukup luas dilakukan jika Kejaksaan Tinggi di Tanah Papua hanya satu.

Gubernur lalu mengatakan, 11 Desember 2019 dia berada di Jakarta dalam sebuah agenda di Bappenas. Dia menyempatkan diri bertemu Jaksa Agung di sebuah hotel, yang pada akhirnya keluarlah surat persetujuan dari Gubernur yang menyetujui Yusuf SH MH sebagai Kajati Papua Barat.

Namun, menurut Guberur, ada catatan yang dia sertakan dalam surat persetujuan itu.

“Saya kasih catatan. Supaya setelah Pak Yusuf, kami minta yang jadi Kajati Papua Barat adalah anak Papua,” tutur Gubernur.(njo)

Baca Juga :
Silvanus dan Marlon Juara Lomba Mancing Ikan Suku Besar Doreri