Ini 5 Pertimbangan Kenapa Polda Papua Barat Perlu Naik ke Tipe A

Ini 5 Pertimbangan Kenapa Polda Papua Barat Perlu Naik ke Tipe A
Ketua Tim Evaluasi bersama tim didampingi Kapolda Papua Barat dan Wakapolda dalam evaluasi peningkatan tipe Polda Papua Barat dari B ke A.

Pengajuan naik tipe Polda Papua Barat dari B ke A didasarkan pada lima alasan. Oleh karena itu Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Tornagogo Sihombing berharap tipologi atau kenaikan tipe itu dapat terealisasi.

Lima alasan itu diungkapkan Kapolda pada tim evaluasi dan penilaian kelayakan kenaikan tipe Polda di Mapolda Papua Barat, Rabu (22/01/2020).

Lima alasan itu adalah:

Pertama, wilayah hukum Polda Papua Barat berbatasan dengan Palau;

Kedua, untuk lebih memudahkan kerjasama dan koordinasi dengan intansi samping, mengingat instansi samping memiliki level lebih tinggi seperti Pangdam XVIII Kasuari dengan pangkat bintang dua;

Ketiga, di wilayah hukum Polda Papua Barat terdapat destinasi wisata kelas dunia seperti di Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Kaimama;

Ke empat, wilayah hukum Polda Papua Barat memiliki potensi konflik tinggi dengan latar belakang paham ideologi, politik dan kesenjangan sosial;

Ke lima, terdapat potensi sumber daya alam di Papua Barat yang melimpah baik migas, laut, dan pertambangan.

Untuk itu, Kapolda memohon adanya penambahan beberapa hal untuk Polda Papua Barat, seperti:

Pertama, penambahan Sarpras terkait teknologi informasi dan telekomunikasi;

Ke dua, penambahan personil yang selama ini masih 43 persen dari yang seharusnya;

Ke tiga, pimpinan Polda Papua Batat di jabat Pati bintang dua guna memudahkan koordinasi dengan intansi samping;

Ke empat, perlu dukungan anggaran yang memadai.

Sementara itu, Ketua Tim Studi Kelayakan, Brigjen Drs Yasdan Rivai mengatakan akan melakukan pendalaman usai melakukan evaluasi. Yang pasti, tipe akan meningkat jika petunjuk tim evaluasi dilaksanakan.

“Ini adalah pekerjaan dari Polda Papua Barat. Bukan tanggung jawab Karo Rena saja, tapi tanggung jawab rekan-rekan semua karena sembilan dimensi dan 48 indiktor yang dipaparkan itu dominannya ada di setiap wilayah,” ungkapnya.(njo)