Ijin Operasional SLB Panca Kasih Hanya SD, Berharap Bisa Satu Atap

Ijin Operasional SLB Panca Kasih Hanya SD, Berharap Bisa Satu Atap
Kepala SLB Panca Kasih Ema Aya Teken (kanan) dan Ketua IWAPI Manokwari Nur Basse Aryanti.

Sekolah Luar Biasa (SLB) Panca Kasih merupakan satu satunya sekolah bagi kaum ketunaan yang ada di Kabupaten Manokwari. Sayangnya, sekolah yang beralamat di Amban Manunggal itu hanya menikiki ijin operasional SD, belum ijin operasional satu atap.

“Kepsek pertama di sekolah ini saat itu hanya mengajukan ijin operasional SD,” ujar Ema Aya Teken SPd, Kepala SLB Panca Kasih saat menerima kunjungan Kasih IWAPI Kabupaten Manokwari, Selasa (18/02/2020).

Ijin operasional itu membuat bantuan dana BOS yang masuk ke SLB hanya untuk SD dengan total per triwulan Rp24 juta. Padahal, mereka juga memiliki siswa SMP dan SMA.

“Karena ijin operasional, makanya untuk SMP dan SMA datanya masuk di Sorong,” ujarnya sembari mengatakan jumlah siswa SD sebanyak 36 orang, SMP 17 orang dan SMA 11 orang

Meski memiliki 64 siswa, namun tidak semuanya aktif karena berhubungan dengan keterbatasan mereka. Meski demikian, siswa yang jarang sekolah tidak dihilangkan datanya.

“Ada siswa yang 1 tahun ikut orang tua ke kampung, ternyata di sana dia tidak sekolah, dan kemudian datang lagi. Kami tetap terima lagi. Jika kita hilangkan data mereka, maka akan susah masuk data Dapodik (Data Pokok Kependidikan Kemdikbud, red) jika statusnya dicabut. Dia harus kembali bersekolah dari awal,” ungkapnya.

Di sekolah yang dipimpinnya itu hanya dia yang berstatus PNS, sendangkan sembilan guru lainnya berstatus honor.

“Meski honor, saya bersyukur nama mereka masuk honorer daerah. Saya apresiasi guru-guru di sini karena mereka benar-benar dengan perasaan mengajar dan menjaga anak-anak,” terangnya, lalu berharap ijin operasional satu atap segera terbit agar mereka bisa mendapatkan bantuan dana bos untuk SMP dan SMA.(njo)