Bupati Manokwari: Kali dan Parit Bukan Tempat Sampah

Bupati Manokwari: Kali dan Parit Bukan Tempat Sampah
Genangan air akibat hujan deras dan tersumbatnya drainase akibat sampah dan pendangkalan kali di Manokwari. (foto: ist)

Tingginya curah hujan dalam tiga hari terakhir ini membuat tergenangnyha sejumlah ruas jalan dan rumah warga di sejumlah lokasi di Manokwari. Kondisi itu juga terjadi karena tersumbatnya parit karena sampah dan pendangkalan kali.

Menyikapi ini, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan meminta masyarakat untuk tidak menjadikan parit dan kali sebagai tempat sampah.

“Menuju Manokwari Nol Sampah, saya imbau masyarakat tidak buang sampah di parit dan kali. Intensitas hujan saat ini tinggi, dampak banjir dan genangan air sudah mulai terlihat,” kata Bupati saat menutup MTQ Minggu (23/02/2020) malam.

Bupati mengatakan, pendangkalan kali dan tersumbatnya parit terjadi karena kebiasaan membuang sampah sembarangan. Padahal, pemerintah terus berupaya meningkatkan pelayanan soal kebersihan dengan menyiapkan sarana pendukung dan juga petugas kebersihan.

Bupati juga menyinggung soal pembangunan tempat usaha yang marak di sisi jalan raya. Meski itu merupakan bagian dari wajah pertumbuhan dan kemajuan ekonomi, namun aturan pun harus diperhatikan.

“Tempat usaha bertumbuh tapi tidak memperhatikan aturan yang ada. Bangun di atas parit dan bahkan lewat ke arah jalan. Saya harap ini cepat diperhatikan. Jika tidak, pemilik usaha akan merasa rugi jika nantinya ditertibkan,” ingat Bupati.(njo)

Baca Juga :
PDIP Papua Barat Ingin Empat Jari