Sempat Berseteru, Hans Bonepay- Paul Baru Sepakat Berdamai Soal DPR Jalur Otsus

Paulinus Baru, Hans Bonepay dan Otto Ajoi, sepakat berdamai setelah sempat berseteru soal penunjukan Paulinus Baru sebagai salah satu perwakilan DPR Papua Barat jalur Otsus yang diusung.

Kesepakatan iti tertuang salam surat pernyataan dari hasil mediasi yang ditengani Satuan Binmas Polres Manokwari, Selasa (10/3/2020).

Paulinis Baru yang dikonfirmasi di Mapolres Manokwari mengatakan, persoalan itu terjadi hanya karena kesalahpahaman.

“Tadi Kepala Suku Ireres sudah jelaskan. Teman-teman yang demo saat itu akhirnya paham. Semua sudah minta maaf dan buat permohonan maaf tertulis,” ungkapnya.

Sedangkan untuk persoalan antara nama Otto Ajoi yang diganti Barnabas Sidik sebagai perwakilan Tambrauw, kata dia, itu terjadi berdasarkan musyawarah kepala suku. Jadi tidak ada kaitannya dengan dia.

Sempat Berseteru, Hans Bonepay- Paul Baru Sepakat Berdamai SoL DPR Jalur Otsus

“Waktu Musda, saya wakili Ireres dan Meyah, Otto mewalili Mpur. Jadi kandidat Barnabas Sidik gantikan Otto Ajoi adalah pertimbangan kepala suku. Itu forum kepala suku, kita hanya peserta,” terangnya.

Hans Leonard Bonepay, Kordinator Forum Solidaritas Masyarakat Mpur yang dikonfirmasi menyatakan hal senada.

“Kita minta maaf atas kesalahan dan kekeliruan kami terhadap asal suku setelah cek dan klarifikasi kembali. Ternyata Paulinus asli Tambrauw dari suku Meyah,” ungkapnya.

Dia lalu mengatakan akan mendukung dua kandidat yang diusung untuk menghasilkan keterwakilan Tambrauw dalam kursi DPR Otsus.

Terpisah, Kasat Binmas Polres Manokwari, AKP Subiyanto membenarkan dan menyatakan persoalan itu tuntas dengan mediasi secara kekeluargaan.

Subiyanto yang pernah bertugas di wilayah Tambrauw lalu mengimbau warga Tambrauw untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan mengedepankam tiga pilar yakni Babinsa. Bhabinkamtibmas, dan Kepala Kampung dalam penyelesaian masalah.

“Sekecil apapun persoalan dimusyawarahkan dengan baik. Bangun komunikasi baik agar persoalan bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” tandasnya. (njo)