Resmikan Kantor LPPD Papua Barat, Gubernur Minta Pertahankan Juara Umum Pesparawi Nasional

Resmikan Kantor LPPD Papua Barat, Gubernur Minta Pertahankan Juara Umum Pesparawi Nasional
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (kiri) berjabatan tangan dengan Ketua Umum LPPD Papua Barat, yang juga Sekprov Papua Barat, Nataniel D Mandacan, usai menandatangani prasasti peresmian kantor LPPD Papua Barat di Manokwari, 12 Maret 2020.

Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi (LPPD) Papua Barat akhirnya memiliki kantor sekretariat. Gedung dua lantai di kawasan Trikora Wosi, Manokwari ini diresmikan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Kamis (12/03/2020).

Gubernur berharap gedung ini dapat digunakan sebagaimana mestinya untuk membina dan menghasilkan generasi muda untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan, sekaligus membantu pemerintah membina generasi muda dalam bidang seni musik dan seni suara.

Gubernur mengakui mempertahankan prestasi lebih sulit daripada merebutnya. Oleh karena itu Gubernur minta tim Papua Barat bersiap dengan baik dalam menghadapi berbagai kegiatan nasional maupun internasional, termasuk kegiatan di Timika medio Juni mendatang.

Resmikan Kantor LPPD Papua Barat, Gubernur Minta Pertahankan Juara Umum Pesparawi Nasional

Gubernur lalu meminta untuk mempertahankan juara umum Pesparawi Nasional di Yogyakarta dan Pesparawi Nasional selajuntya, agar nanti setelah tiga kali juara umum piala juara umum itu bisa tinggal di Papua Barat.

Sebelumnya Ketua Umum LPPD Papua Barat, Nataniel D Mandacan, mempersilakan LPPD kabupaten/kota untuk memanfaatkan seoptimal mungkin kantor yang dilengkapi berbagai sarana dan prasarana terkait paduan suara ini.

Pria yang juga Sekprov Papua Barat itu mengatakan gedung ini juga merupakan upaya LPPD membantu gereja mempersiapkan generasi muda Kristen untuk meneruskan pekerjaan melayani dan memuji Tuhan.

Gedung dua lantai dengan luas bangunan 1057 meter persegi ini, menurut Ketua Panitia Pembangunan, Imanuel Pangaribuan, berdiri di atas lahan seluas 1.264 meter persegi.

Baca Juga :
Salat Idul Adha, DMI Papua Barat Minta Pertimbangan Gugus Tugas Covid-19

Gedung yang peletakan batu pertamanya pada 20 Juni 2019 ini menelan biaya Rp 8,6 M, konsultan pengawas pembangunan Rp320 juta, dan interior Rp2,7 M dari dana hibah Pemprov Papua Barat.

Untuk menjalankan perekonomian pengelolaan gedung tersebut, tuturnya, ada toko kerohanian yang menjual buku dan lagu-lagu rohani.

Dia juga mengatakan LPPD Papua Barat dikenal sebagai tim yang bernama harum karena juara umum Pesparawi Nasional X 2012 di Kendari, Sulteng, runner up Pesparawi Nasional XI 2015 di Ambon, Maluku, dan juara umum Pesparawi Nasional XII 2018 di Pontianak, Kalimantan Barat.(an/dixie)