Ucapkan Selamat ke Indubri-Matani, Tim Pemenangan Auri-Auparay Bantah Inprosedural

Ucapkan Selamat ke Indubri-Matani, Tim Pemenangan Auri-Auparay Bantah Inprosedural
Pertemuan dengan Sekjen Perindo saat memasukkan berkas Elysa Auri ke DPP Perindo. Ketua Perindo Teluk Wondama dan Sekretaris Perindo Teluk Wondama turut mengantarkan Tim Pemenangan Elysa Auri dalam pertemuan itu. (foto: ist/dokumentasi tim Elysa Auri - Fery Auparay.)

Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri – Fery Auparay, Andris Bombing Worisio mengucapkan selamat kepada paslon Paulus Y Indubri dan Kuro Matani karena telah mendapatkan rekomendasi dari Partai Perindo.

“Kami ucapkan selamat kepada pasangan Paulus Indubri dan Kuro Matani, namun perlu kami tegaskan bahwa pasangan Elysa Auri dan Feri Auparay bersaing untuk mendapatkan rekomendasi Perindo sesuai prosedur, bukan inprosedural,” ungkap Worisio.

Hal ini, kata Worisio, perlu ditegaskan agar tidak ada pernyataan-pernyataan yang menyesatkan masyarakat Kabupaten Teluk Wondama.

Dia menjelaskan Elysa Auri resmi mendaftar diri ke DPD Perindo Kabupaten Teluk Wondama pada 07 Oktober 2019 lalu.

“Kami mendaftar resmi ke DPD, Ribuan masyarakat yang antar kami dan yang antar berkas Pak Auri ke DPP adalah Ketua dan Sekretaris DPD Perindo Wondama, apa itu tidak sesuai prosedur?” ungkapnya seraya bertanya-tanya.

Tidak hanya itu saja, Elysa Auri juga mendapatkan surat pernyataan dukungan DPD Perindo Wondama yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris DPD Perindo Kabupaten Teluk Wondama.

“Kami mendapatkan surat dukungan dari DPD, bahkan Pak Auri ikut membantu kepentingan Partai Perindo dalam memproses rekomendasi Wakil Ketua 2 DPRD Teluk Wondama sesuai dengan permintaan dari Ketua DPD Perindo Teluk Wondama,” ungkapnya.

“Kami tidak mempermasalahkan rekomendasi Perindo jatuh di siapa, yang kami permasalahkan adanya opini yang dibuat seolah-olah kami unprosedural atau tidak sesuai prosedur,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Worisio mendukung pernyataan Ketua DPD Perindo Teluk Wondama yang ingin menciptakan Pilkada Teluk Wondama sebagai ajang adu ide, bukan ajang tebar cela, dan kebencian.

“Kami mendukung agar Pilkada dijadikan sebagai tempat adu ide, bukan tempat mencela dan ujaran kebencian. Jadi mari bersama jaga itu, jangan kita minta masyarakat menjaga, tapi sendiri menuduh orang inprosedural di media sosial, membuat opini yang menyesatkan masyarakat,” pungkasnya.(wan)