Peletakan Batu Pembangunan Candi Bentar, Gubernur Titip Pesan Saling Mengasihi

Peletakan Batu Pembangunan Candi Bentar, Gubernur Titip Pesan Saling Mengasihi
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meletakkan batu pertama pembangunan pura segara di Manokwari.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan melakukan peletakan batu pertama pembangunan candi bentar Pura Segara di pesisir Pantai Maripi, Distrik Manokwari Selatan, Minggu (22/03/2020).

Candi bentar merupakan sebutan bagi bangunan gapura/gerbang berbentuk dua bangunan serupa dan sebangun, tetapi merupakan simetri cermin yang membatasi sisi kiri dan kanan pintu masuk

Gubernur dalam peletakan itu berpesan agar seluruh umat di Papua Barat saling mengasihi, menghormati, menghargai dan itu semua harus dimulai dari pribadi, keluarga, agama masing masing dan pergaulan.

“Semua agama mengajarkan kasih untuk kita. Ketika hati kita baik, pasti kita mau mengasihi dan mencintai semua orang,” ujarnya, lalu mengajak semua umat untuk sama sama mewujudkan tanggung jawab kedamaian.

Peletakan Batu Pembangunan Candi Bentar, Gubernur Titip Pesan Saling Mengasihi
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan first lady Ny Juliana A Mandacan-Kiriweno.

“Di Papua barat, kasih dalam persaudaraan, persahabatan, pergaulan, telah membawa kita pada capaian toleransi umat beragama terbaik seluruh Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Papua Barat, Ida Bagus Putu Chandi mengatakan, sejak pagi mereka menggelar persembayangan Melasti.

Itu merupakan rangkain acara nyepi dalam rangka memohon air suci untuk mensucikan seluruh perlengkapan, termasuk mensunyikan umat, agar bisa lebih hikmat masuk ke acara nyepi, .

“Intinya, bagaimana kita umat bisa melaksanakan kehidupan secara harmonis baik dengan tuhan, alam dan sesama kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PHDI Manokwari yang juga Ketua Panitia, I Wayan Semol mengatakan, sejatinya manusia punya satu bapak karena sama sama yakin keesaan Tuhan.

“Makanya dibilang kita saudara, itu tidak salah. Itu melekat di pribadi umat. Kalau dimasing masing agama kita punya tingkat kesadaran masing-masing, maka tidak akan ada masalah di antara kita.,” yakinnya.(an/njo)

Baca Juga :
Di Bintuni, ImAn 0 Suara di Dua Distrik