Ratusan Penumpang Ciremai Diperiksa Intensif, 13 Karantina Mandiri

Ratusan Penumpang Ciremai Diperiksa Intensif, 13 Karantina Mandiri

Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Manokwari dibantu petugas kesehatan Kodim 1801 Manokwari memeriksa suhu tubuh dan menyemprotkan cairan disinfektan pada 400-an penumpang KM Ciremai di Pelabuhan Manokwari, Kamis (26/03/2020).

13 di antara mereka akan dikarantina mandiri karena pulang dari daerah terjangkit.

Petugas terlebih dahulu memeriksa kapal dan penumpang di atas laut. Kapal baru boleh sandar setelah sejam lebih pemeriksaan dilakukan dan dinyatakan aman.

Setelah kapal sandar, petugas hanya mengijinkan penggunaan satu tangga untuk penumpang turun. Di tangga turun petugas kembali melakukan pemeriksaan menggunakan thermogun. Penumpang kemudian melewati bilik khusus tempat penyemprotan cairan disinfektan dipersilakan meninggalkan areal pelabuhan.

Para penumpang transit tidak diperbolehkan turun dari atas kapal. Pedagang asongan tidak diizinkan naik ke kapal sebelum semua penumpang tujuan Manokwari dinyatakan sudah turun semua.

Kepala KSOP Manokwari, Markus Kumendong mengatakan, selama pandemi wabah corona di Indonesia, belum ada penumpang kapal Pelni tujuan Manokwari yang dinyatakan terjangkit virus corona.

“Pelabuhan Manokwari tidak terdapat penumpang yang sakit indikasi virus corona. Sampai saat ini masih aman,” ujarnya.

Dia lalu mengatakan sampai saat ini belum ada surat pemberitahuan dari Pemkab Manokwari maupun Pemprov Papua Barat terkait penghentian sementara operasional Pelabuhan Manokwari untuk pencegahan corona.

Sementara itu, Kepala KKP Manokwari, Agung Ardyanto mengatakan hasil pemeriksaan suhu tubuh ratusan penumpang itu akan direkap.

“Khusus 13 penumpang yang merupakan peserta ijtima di Gowa, Sulsel akan dikarantina mandiri selama 14 hari,” tegasnya.(njo)

Baca Juga :
HIPMI Kaimana Pasang 31 Tempat Cuci Tangan dari Coa Hingga Bumsur