KSOP Sudah Larang Express Bahari Berlayar ke Manokwari Tapi Dilanggar

KSOP Sudah Larang Express Bahari Berlayar ke Manokwari Tapi Dilanggar

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manokwari sudah melarang kapal Express Bahari 9E berlayar dari Wondama-Manokwari.

Larangan itu merujuk instruksi  pemerintah daerah terkait pembatasan akses masuk penumpang ke Manokwari guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

“Kami sudah melarang mereka (Express Bahari) untuk berlayar karena sudah ada instruksi Gubernur dan Bupati,” ujar Kepala KSOP Manokwari, Markus Kumendong, Selasa (31/3/2020).

Seperti diberitakan papuakini.co kapal rute Kabupaten Teluk Wondama ke Manokwari itu sandar di Dermaga Anggrem, Manokwari, sekira pukul 18.20 WIT, 30 Maret 2020.

KSOP Manokwari tegasnya sudah menjalankan instruksi pemerintah darah terkait peniadaan sementara akses masuk orang ke Manokwari.

Namun, saat itu menurutnya Bupati Wondama menyurati Bupati Manokwari untuk meminta koordinasi dan kemudahan untuk orang sakit yang dirujuk ke Manokwari.

“Surat dari Bupati Wondama dikirim ke saya dan saya teruskan ke Bupati Manokwari via WhatsApp. Saya teruskan dan menulis, mohon petunjuk Pak Bupati, tapi Bupati Manokwari tidak memberikan jawaban,” ungkapnya.

Dia lalu berkoordinasi lagi ke Wasior dan mengatakan, keputusan membatasi penumpang saat ini ada pada pemerintah daerah.

“Saya tidak tahu kapal tiba jam berapa, yang jelas kapal tidak boleh muat penumpang,” ungkapnya.

Dia sudah memanggil menajemen kapal menyoal hal itu.

“Pihak kapal katakan penupang di Wasior ngotot berangkat. Alasan mereka ada yang ber KTP Manokwari. Setidaknya konfirmasi saya ke Bupati Manokwari kalau di tanggapi kan ada petunjuk lebih lanjut,” tuturnya.

Markus juga mengaku sudah memberikan ketegasan kepada pihak kapal setelah instruksi itu keluar.

“Saya sudah tegaskan, lakukan sesuai perintah pemerintah. Buktinya, KM Margaret tidak lagi berlayar dan standby, sedangkan Express Bahari justru nekat. Ada Kadis di Wasior kontak saya juga, tapi saya tegaskan kewenangan ada pada pemerintah,” tandasnya.

Baca Juga :
Gubernur Ajak Hidup Damai dan Harmonis

Soal ini, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, Jumat (3/4/2020) mengatakan sudah menjawab surat yang disampaikan Bupati Teluk Wondama tentang operasional dua kapal yang bersandar di Dermaga Anggrem, yakni KM Margaret dan Express Bahari 9E.

“Surat kita sudah jawab dan mungkin tembusannya sudah sampai di Pak Gubernur Papua Barat. Intinya, kapal kami ijinkan untuk beroperasi tapi hanya memuat logistik, tidak mengangkut penumpang,” jelas Bupati Manokwari dalam jeda rapat Forkopimda dan FKUB di sebuah hotel di Manokwari.(njo)