Masa Pandemi Covid-19, Pendapatan Pejasa Ojek Turun 50 Persen

Masa Pandemi Covid-19, Pendapatan Pejasa Ojek Turun 50 Persen
(Kiri ke kanan) Bur dan Ngurung, dua pejasa ojek di Manokwari.

Pendapatan pejasa ojek selama masa pandemi pendapatan Covid-19 turun sampai 50 persen.

Menurut sejumlah pejasa ojek yang ditemui papuakini.co, sebelum pandemi mereka rata-rata bisa meraih pendapatan kotor Rp100-150 ribu per hari.

Itu berarti mereka bisa mendapatkan Rp3-4,5 juta kotor per bulan.

Jumlah itu mereka dapatkan jika mereka bekerja selama sekira 12 jam dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam.

Saat ini, menurut Bur dan Ngurung, dua pejasa ojek yang ditemui papuakini.co, pendapatan yang bisa diraih dengan jam kerja sama hanya Rp75-100 ribu per hari.

“Jadi, sebulan kalau dulu rata-rata bisa dapat Rp2 juta bersih, setelah potong BBM dan makan serta bayar sewa motor ke pemilik, sekarang paling Rp1 juta. Syukur-syukur kalau bisa tembus Rp1,5 juta,” ujar mereka senada.

Menurunnya pendapatan itu dikarenakan penerapan kebijakan work from home dan belajar online para siswa, yang berdampak langsung pada berkurangnya warga yang menggunakan jasa mereka.(cpk1/dixie)

Baca Juga :
BEI Yakin Bom Surabaya Tak Pengaruhi Pasar Modal