Kisah Jonathan Warinussy, Mahasiswa Asal Jayapura Jual Nasi Kuning di Bandung Beromset Lebih Dari Gaji PNS

Kisah Jonathan Warinussy, Mahasiswa Asal Jayapura Jual Nasi Kuning di Bandung Beromset Lebih Dari Gaji PNS
Jonathan Warinussy (kiri) dan Billy Mambrasar (kanan). (Fotoi: ist)

Normalnya bagi kebanyakan orang, setelah menyandang gelar Sarjana maka langkah berikutnya adalah memasuki dunia kerja, baik itu sektor Swasta (Karyawan Perusahaan), atau mengabdi untuk negeri dengan masuk ke sektor Pemerintahan (PNS).

Apalagi bila demi menempuh pendidikan tersebut harus rela merantau ke tempat yang sangat jauh dari tanah kelahiran, jauh dari orang tua, keluarga, dan sahabat seperjuangan di kampung halaman, maka wajar saja apabila kedua orang tua berharap anaknya bisa menjadi pegawai negeri dengan penghasilan yang mencukupi dan masa tua yang terjamin, bahkan syukur lagi bisa turut berkontribusi membantu perekonomian keluarga.

Lain halnya dengan prinsip Jonathan Warinussy, putra Asli Papua kelahiran Serui dan besar di Jayapura, seorang mahasiswa yang kini sedang bergelut dengan skripsinya di Universitas Komunikasi Bandung jurusan Akuntansi.

Merantau ke Tanah Pasundan, dia tak mau bergantung dari uang pemberian orang tua. Jonathan Warinussy lebih memilih terjun ke bisnis kuliner di Bandung dekat dengan universitas tempatnya meraih gelar sarjana ketimbang menjadi PNS, atau karyawan sebuah perusahaan.

Bisnis kuliner yang digawangi Jonathan Warinussy adalah dengan membuka kedai nasi kuning, dipadu dengan ragam lauk pauk khas Indonesia Timur.
Kedai tersebut dia beri nama “Kedai Nasi Kuning Rasta”.

“Rasta bukan maksudnya musik reggae ya mas. Itu singkatan dari Rasa Timur Asli,” ungkap Jonatan diselingi tawa sungkan, seperti disitir Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar.

Berlokasi di Jl Taman Cibeunying Utara, Cihapit, Bandung, kedai tersebut berhasil menarik pemburu kuliner seantero Kota Bandung.

Berdiri sejak 2016 silam, kini kedai nasi kuning milik Jonathan sudah memiliki pelanggan dari kawasan Indonesia Timur, seperti Maluku, NTT, Papua, dan Sulawesi yang saat ini tengah tinggal di Bandung baik untuk urusan pekerjaan atau sedang mengikuti jenjang perkuliahan.

Memiliki omset Rp3-4 juta per bulan membuat Jonathan Warinussy tidak ragu bergantung pada bisnisnya itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama merantau, bahkan hingga membayar uang kuliah serta memenuhi kebutuhan tugas kampusnya.

Menu yang paling diminati adalah Nasi Kuning Bagadang. Menu tersebut dikolaborasikan dengan lauk sederhana yang paling pas untuk memanjakan lidah dengan racikan bumbu khas Indonesia Timur.

“Kalau di Indonesia Timur itu ada yang terkenal namanya nasi kuning Bagadang karena jam jualnya malam hari hingga pagi, tapi kami di sini karena yang ikut bantu saya empat orang teman kuliah juga, jadi kita buka dari jam 6 sore sampai jam 11 malam,” kata Jonathan Warinussy menjelaskan konsep dagangnya.

Empat orang karyawan itu semuanya adalah anak-anak asli Papua dari universitas yang sama dengannya.

“Kalau saya jadi karyawan swasta atau PNS, mungkin saya tidak bisa membantu orang sebanyak ini. Selain itu, saya juga jadi bisa memperkenalkan Papua, budayanya, dan makanannya ke banyak orang di Bandung,” ungkap Jonathan dengan penuh rasa bangga.

Dengan omset itu tentunya tidak jauh berbeda dengan upah sebagai PNS. Bahkan ke depan Jonathan siap membuka lebih banyak lagi cabang apabila pendapatan tersebut tetap dan cenderung meningkat.

Baca Juga :
Serapan APBD Papua Barat Baru 30,72 Persen, Dishub Paling Rendah

Selain hobi, menurut Jonathan keinginannya untuk menjadi seorang wirausahawan adalah karena dia ingin membantu orang lain.

“Dengan menjadi wirausahawan ini saya dapat membantu anak-anak Papua lain di Bandung, yang butuh uang bisa kerja di sini, untuk bantu memenuhi kebutuhan hidup mereka setidaknya, sambil mereka belajar wirausaha juga,” ujar Jonatan.

Ke depannya, Jonathan Warinussy ingin mendorong lebih banyak lagi anak-anak Papua dan Indonesia Timur untuk dapat menjadi entrepreneur.

“Saya beberapa kali sudah mengadakan acara seminar kewirausahaan di kedai saya bersama teman-teman Papua, dan sudah ada yang tertarik menjadi pengusaha dengan buka kedai juice di samping kedai saya,” ungkap Jonathan.

Jonathan mengajak para pemuda dan pemudi dari Bumi Cenderawasih untuk ikut membangun Tanah Papua dengan cara menjadi pelaku bisnis. Menurutnya, ini langkah terbaik untuk meningkatkan harkat, martabat dan kebanggaan orang-orang Asli Papua.

Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden yang juga merupakan contoh entrepreneur muda yang sukses dari Papua, memberikan apresiasinya dan mendukung langkah anak-anak Asli Papua seperti Jonathan Warinussy.

“Sudah waktunya anak-anak Papua membuktikan bahwa kita juga bisa jauh lebih hebat dari anak-anak lain, dan paling utamanya dalam bidang kewirausahaan,” pungkas Billy Mambrasar yang juga seorang pengusaha muda dan pegiat sosial.

“Orang-orang terkaya di Indonesia dan juga di dunia kan adalah entrepreneurs. Kita bisa buat Papua maju dan sejahtera dengan menggerakkan sektor kewirausahaan ini,” tutur Billy Mambrasar yang juga sudah pernah mencicipi makanan Jonatan.(***)