Covid-19 Pukul Industri Kapal Perikanan Sorong Sampai 60 Persen

Covid-19 Pukul Industri Kapal Perikanan Sorong Sampai 60 Persen
Kepala UPTD Perikanan Pelabuhan Pantai Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat, Farian K Sulaeman SPel MM.

Dampak pandemi Covid-19 bagi industri kapal perikanan di Sorong sangat besar, yang menyebabkan PAD menurun drastis.

“Penurunan berkisar50-60 persen. PAD tetap ada walau memang jumlahnya jauh berkurang akibat Covid-19 ini,” ujar Kepala UPTD Perikanan Pelabuhan Pantai Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat, Farian K Sulaeman SPel MM, menjawab papuakini.co di Sorong, Sabtu (22/08/2020).

Keadaan itu diperburuk dengan cuaca yang belakangan ini tidak menentu, yang membuat kapal-kapal perikanan banyak yang memilih tidak melaut karena mempertimbangkan biaya operasional dan keamanan.

Menurutnya, banyak kapal ikan kini ada di fishing ground di perairan Kabupaten Fak Fak karena sedang musim telur ikan terbang.

Terkait penerbitan Surat Ijin Berlayar, dia menegaskan tetap menetapkan protokol kesehatan. Operator kapal harus mengurus berbagai dokumen lain terlebnih dahulu, termasuk dari tim karantina kesehatan pelabuah, sebelum SIB diterbitkan.(an/dixie)

Baca Juga :
Cetak Rekor, Baru Bintuni Dapat Dana Desa 2020 di Papua Barat