Bupati Mansel: Kalau Tidak Mau Berurusan Dengan Aparat, Jangan Buat Onar

Bupati Mansel: Kalau Tidak Mau Berurusan Dengan Aparat, Jangan Buat Onar
Salah satu kaca ruangan kantor Bupati Mansel yang pecah dilempar orang tak dikenal., 03 September 2020.

Bupati Manokwari Selatan mengingatkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka sesuai koridor, secara demokratis, dan tidak bertindak anarkis.

“Setelah berurusan dengan aparat, saya yang disalahkan. Lmpar kantor bupati sendiri, pecahkan kaca-kaca kantor sendiri. Setelah diamankan aparat, yang salah adalah Bupati. Itu pikiran bagaimana?” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, hanya tunduk pada atasannya, bukan tunduk pada kepala daerah.

Mereka bertuga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan fasilitas umum serta fasilitas pemerintah. Bila ada yang menggangu hal-hal tersebut, otomatis mereka akan bertindak.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 03 September 2020 lalu sejumlah pengunjuk rasa melakukan aksi anarkis dengan Bupati Manokwari Selatan, Wakil Bupati Manokwari Selatan, demo pecah kaca kantor bupati Mansel,  hingga pecah. Belum diketahui siapa pelakunya dan apa motifnya.

Informasi yang beredar menyebutkan sejumlah terduga aksi anarkis itu sudah diamankan dan dimintai keterangannya di Polres Mansel. Mereka kemudian diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah kepolisian menerima permohonan penangguhan dari Bupati Mansel.

“Setelah ditahan, saya lagi yang harus memohon ke pihak keamanan, karena saya tahu mereka ini dalam kondisi terprovokasi. Oleh sebab itu, saya sangat berharap agar adek-adek semua gunakan akal pikiran dengan jernih. Jangan mau diprovokasi, terlebih melakukan tindakan anarkis,” pesan Bupati.(pk2/dixie)

Baca Juga :
Kodam XVIII Kasuari Ketambahan 319 Prajurit, 80 Persen Putra Asli Papua