Penegakan Disiplin Prokes Covid-19 Jangan Bikin Perekonomian Sulit

Penegakan Disiplin Prokes Covid-19 Jangan Bikin Perekonomian Sulit
Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir.

Kebijakan dan penegakan disiplin protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 jangan sampai mempersulit perekonomian. Oleh karena itu, jangan ada daerah yang mengambil langkah penutupan tempat usaha.

“Jangan sampai ada langkah yang membuat perekonomian suatu kawasan atau daerah merangkak lantaran berupaya menangani Covid-19. Pemerintah provinsi dan pusat tidak mau seperti itu, karena itu pada ujungnya sangat menyulitkan masyarakat,” ujar Ketua Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, Derek Ampnir, Jumat (25/09/2020.

Menurutnya, yang harus dilakukan adalah memastikan tempat-tempat usaha sungguh-sungguh menjalankan prokes dalam menjalankan usahanya, termasuk menerapakan prokes pada tiap pengunjung yang mendatangi tempat usahanya.

Caranya, tempat usaha dipastikan menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, tidak mengijinkan pengunjung masuk tempat usaha jika tidak memakai masker, dan menjaga jarak pengunjung di tempat usahanya, terutama bila itu rumah makan dan sejenisnya.

“Itu yang harus kita awasi. Bukan tempat usahanya yang ditutup. Situasi perekonomian saat ini masih dalam pemulihan. Jangan sampai daerah melakukan hal-hal yang mempersulit upaya pemulihan tersebut,” ingatnya Ampnir yang juga Kepala BPBD Papua Barat ini.

Itu pula salah satu tujuan rapat koordinasi dan sinkronisasi serta haremonisasi peraturan penegakan prokes di seluruh yang dilakukan Pemprov Papua Barat dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota yang digelar di hotel Aston Niu Manokwari sore tadi.(an/dixie)

Baca Juga :
Batik Air Gagal Take Off di Manokwari, Papua Barat