Frans Amerbay Minta TERKABUL Anggarkan Dana Kampung 168 M

Frans Amerbay Minta TERKABUL Anggarkan Dana Kampung 168 M
Frans Amerbay dalam kampanye pasangan Terkabul.

Frans Amerbay, politisi senior yang sudah tiga periode jadi legislator Kaimana, menilai program pasangan TERKABUL untuk membedah rumah penduduk di kampung-kampung sangatlah baik.

Politisi Partai Golkar ini malah minta pasangan yang diusung oleh partainya itu untuk menaikkan anggarannya jadi Rp168 M per tahun.

“Saya tantang pa Bupati dan Wakil Bupati Kaimana 2020-2025 ini agar jangan cuma 68 M karena itu terlalu kecil. Kalau bisa kasih angka satu di depan sehingga jadi 168 M per tahun,” ujarnya di Kompleks Jalan Sisir.

Alokasi itu nantinya bukan cuma bisa mengomodir perbaikan rumah warga tapi juga sektor lain di Kampung.

Ketua DPRD Kaimana periode 2014-2019 ini menyebut, APBD Kaimana per tahun berkisar Rp1,2 – 1,3 T per tahun.

“Uang yang dideposito itu ratusan M setiap tahun. Daripada didepositokan lebih baik kita pakai membangun fasilitas kampung agar bermanfaat. Supaya masyarakat di kampung memiliki tempat tinggal layak,” tegasnya.

Frans lalu mengingatkan masyarakat untuk memilih pasangan TERKABUL.

“Saya siap membantu pasangan TERKABUL dengan ide dan gagasan untuk pembangunan Kaimana lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Sebelumnya, calon bupati Kaimana, Fredi Thie, mengatakan salah satu program aksi mereka adalah perbaikan rumah penduduk di setiap kampung dengan biaya Rp100 juta tiap rumah. Dengan demikian, menurut hitungannya, perlu ada alokasi Rp68 M tiap tahun untuk program tersebut.

“Masa kerja bupati dan wakil bupati adalah lima tahun. Kita ada 84 kampung. 84 dibagi lima tahun sama dengan 17 per tahun. Ini berarti tiap tahun ada 17 kampung yang diakomodir. Kalau dalam satu kampung ada 40 rumah, maka 40 dikali 100 juta sama dengan empat M kali 17 kampung sama dengan 68 M,” terang pria yang akrab disapa Kaybus ini.

Baca Juga :
PKPI Dukung Waran-Rengkung di Mansel dan Mandacan-Budoyo di Manokwari

Perbaikan rumah yang dimaksud adalah melengkapi kekurangan mulai dari dinding, plafon, jendela, pintu, lantai dan toilet. “Sebagai pengusaha, kalau saya hitung-hitung, jumlah 100 juta itu sudah bisa menyelesaikan kekurangan pada satu bangunan rumah,” bebernya.(yos)