Aturan Tak Memungkinkan Beri Dana 4 M per Kampung dan 100 Juta Tiap RT

Aturan Tak Memungkinkan Beri Dana 4 M per Kampung dan 100 Juta Tiap RT
Charly Maipauw saat berorasi dalam kampanye terbatas pasangan RISMA di Bumsur, 09 Oktober 2020.

Anggota DPRD Kaimana Charly Maipauw menegaskan aturan tak memungkinkan pengalokasi anggaran program perbaikan rumah penduduk sebesar Rp4 M per kampung dan Rp100 juta untuk tiap RT.

Pernyataan politisi partai PDIP ini dilontarkan menyusul program dari lawan mereka soal alokasi anggaran untuk perbaikan rumah penduduk sebesar Rp4 M per kampung dan Rp100 juta per RT di wilayah kota Kaimana.

“Saya, Pak Anwar dan Ibu Maya, kami anggota DPRD aktif dan kami tahu tentang angka-angka itu. Ibu Rita ini selama bertugas sebagai Ketua Tim Anggaran, beliau punya kepala sebelah itu hampir picah untuk bagaimana uang yang terbatas ini harus dibagi untuk semua bisa dapat pelayanan,” tegasnya saat berorasi dalam kampanye terbatas pasangan Hajjah Rita Teurupun dan Pendeta Leonard Syakema (RISMA) di kompleks RT 1 Bumi Surmai, Jumat (09/10/2020).

Menurutnya, kalau ada kata-kata yang menyebut angka-angka fantastis seperti itu, maka uangnya mau diambil dari mana? Karena APBD Kaimana yang Rp1,3 triliun itu terbagi habis berdasarkan regulasi yang ada. Satu contoh, alokasi untuk hak-hak ASN tidak bisa diganggung gugat walau siapapun bupatinya.

Charly pun menegaskan jika pembangunan Bandara dan dermaga pelabuhan laut Kaimana merupakan hasil usulan masyarakat melalui Musrenbang tingkat Distrik yang dilanjutkan ke Kabupaten dan Provinsi, sehingga tidak benar kalau ada yang mengklaim bahwa itu hasil usaha mereka. Usulan ini dibawa ke Jakarta melalui rekomendasi Bupati agar dibiayai oleh APBN.

“Bandara itu pemerintah punya program dan kontraktor siapa saja bisa kerja. Jembatan itu program APBN yang diusul dari musrenbang tingkat distrik, musrenbang kabupaten dan provinsi. Negara ini buat barang itu ada jalur dan aturan,” tegasnya.

“Jangan kita keliru. Yang mengabdi itu sebenarnya adalah Ibu Ritha, karena selama mengabdi dia tugasnya melayani bapa-bapa dan ibu-ibu yang punya kebutuhan terhadap dong punya anak-anak. Komitmen beliau sudah jelas bahwa beliau wakafkan diri saya untuk melayani masyarakat Kaimana,” bebernya.

Baca Juga :
Sekkab Kaimana Siap Maju Bupati Kaimana

Diapun mengingatkan Hja Rita Teurupun dan Pendeta Leonard Syakema menjadi simbol toleransi umat beragama, miniaturnya Indonesia. Oleh sebab itu, dia berpesan kepada seluruh masyarakat Kaimana untuk memberikan dukungan pada RISMA di Pemilu 09 Desember 2020 nanti.(yos)