Pasangan Terkabul Kampanye di Maimai, Tangisan Mama Yuliana Pecah

Pasangan Terkabul Kampanye di Maimai, Tangisan Mama Yuliana Pecah
Mama Yuliana Faranatay saat menyampaikan isi hatinya dalam kampanye tatap muka pasangan TERKABUL di Kampung Maimai.

Mama Yuliana Farinatay tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan keluhannya di hadapan pasangan Fredi Thie – Hasbullah Furuada (TERKABUL) yang melakukan kampanye tatap muka di kampung Maimai Distrik Kaimana.

Tangisan mama Yuliana ini membuat sebagian besar masyarakat yang hadir saat itu, termasuk pasangan TERKABUL turut menitikan air mata. Mama Yuliana kemudian meminta suami dan satu anaknya, yang juga terus menghapus air mata, untuk naik ke podium mendampinginya.

“Saya dengan suami saya, kami dayung perahu baru pergi petik rica di kebun, bawa turun untuk jual di Kaimana demi sekolah anak kami. Tapi pada saat anak kami sudah jadi sarjana dan pulang di kampung, malah dia diinjak-injak seperti tempat sampah. Dia honor jadi guru hanya beberapa saat lalu diturunkan,” kisahnya.

Wanita paruh baya itu mengaku sedih melihat nasib anak-anaknya. Walau sebagai anak asli Kaimana, tetapi mereka tidak mendapatkan pekerjaan yang layak, hingga memupuskan harapan keluarga untuk mengubah hidup.

Pasangan Terkabul Kampanye di Maimai, Tangisan Mama Yuliana Pecah
Kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Kaimana, Fredie Thie dan Hasbullah Furuada di Kampung Maimai.

“Kami ini orang tidak punya. Kami sekolahkan anak kami dengan susah payah dan keringat kami sendiri. Kami mau supaya besok-besok itu mereka jangan jadi seperti kami, yang hanya nelayan dan petani. Mereka harus jauh lebih baik. Tapi saya sungguh sedih karena dia hanya dijadikan sampah,” katanya pada papuakini sambil menitikkan air mata.

Perempuan Mairasi ini yakin masih banyak anak-anak asli Kaimana yang juga mengalami nasib serupa. Padahal mereka sudah disekolahkan orangtua keluar Kaimana dengan biaya yang tidak sedikit.

Dia berharap pasangan TERKABUL, seteloah diberi amanah oleh masyarakat, harus memperhatikan nasib anak-anak asli Kaimana. Jangan sampai setelah kuliah mereka tidak mendapat kerja sehingga ijasah mereka hanya dijadikan bantal tidur dan dijadikan tempat sampah.

Baca Juga :
Bawaslu Sorot TPS Wirsi, Manokwari Barat

Pasangan TERKABUL melakukan kampanye di kampung ini pada Kamis (04/11/2020) pekan lalu. Kedatangan rombongan yang tiba sekira pukul 09.00 WIT itu dijemput warga setempat dengan menggunakan sebuah rakit yang didirikan di atas dua perahu long boat.

Tabuhan tifa panjang dan prosesi adat seperti pengalungan noken dan mahkota, serta menginjak piring besar turut disajikan dalam acara penjemputan.

Pasangan yang memiliki jargon ‘Perubahan Harga Mati’ itu kemudian melakukan long march keliling kampung sebelum melakukan tatap muka.(yos)