6 Perusahaan Dapat Penghargaan Siddhakarya 2020 Papua Barat

6 Perusahaan Dapat Penghargaan Siddhakarya 2020 Papua Barat
Para penerima penghargaan Siddhakarya foto bersama Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Papua Barat Frederik DJ Saidui, dan Hari Faisal Gunawan dari Ditjen Binalattas Kemenaker di Hotel Oriestom Bay, 08 Desember 2020.

Enam perusahaan dapat penghargaan Produktivitas Siddhakarya dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Perusahaan itu adalah PT Pulau Biru dan PT Pulau Lemon untuk kategori perusahaan besar, Hotel Oriestom Bay dan Hotel Billy Jaya (perusahaan menengah), Lio Art Papua dan KUB Doa Jaya Abadi (perusahaan kecil).

Siddhakarya berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya karya prima. Siddhakarya merupakan penghargaan produktivitas yang diberikan oleh gubernur di setiap tahun genap.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, mewakili Gubernur, dalam penyerahaan penghargaan itu berharap perusahaan-perusahaan itu bisa mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas di masa datang.

“Selamat kepada perusahaan-perusahaan yang dapat penghargaan. Saya setuju betul kita harus berprinsip hari ini harus lebih baik dari hari ini dan besok lebih baik dari hari ini,” pesan Wagub dalam kegiatan yang digelar Kementerian Tenaga Kerja dan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Papua Barat ini di Oriestom Bay Hotel, Selasa (08/12/2020).

Wagub juga mengingatkan agar produktivitas terus dipacu, mengingat Indonesia, khususnya Papua Barat memiliki sumberdaya alam yang sangat besar bila dibandingkan dengan, antara lain, Singapura dan Jepang.

Baca Juga :
Pemprov Segera Panggil Balai Jalan Terkait Jalan Rusak

Kegiatan ini turut dihadiri Hari Faisal Gunawan dari Ditjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Tenaga Kerja, yang membacakan sambutan tertulis Dirjen Binalattas, Budi Hartawan.

Sebelumnya, Ketua Panitia kegiatan ini, Hendrikus Y Aninam, dalam laporannya menyebutkan ada 15 perusahaan dari tiga kategori yang dinilai. Penilaian disupervisi Ditjen Binalattas.

“Dewan juri berasal dari Dinas Perindag Papua Barat, Dinas Koperasi dan UKM Papua Barat, Apindo Papua Barat, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unipa, dan pengawas ketenagakerjaan,” bebernya.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Papua Barat, Frederik DJ Saidui, mengatakan kegiatan dimaksudkan untuk jadi acuan perusahaan agar standard of excellence in quality yang sudah diperoleh bisa dipertahankan dan ditingkatkan.

“Juga agar perusahaan mampu meningkatkan produktivitas secara terus menerus sesuai bidang usaha masing-masing. Perusahaan juga diharap lebih berperan aktif dalam menciptakan lapangan pekerjaan demi kesejahteraan masyarakat,” beber Saidui.(an/dixie)