AirAsia Beri Snack Gratis Penerbangan Sorong

AirAsia Beri Snack Gratis Penerbangan Sorong
Pramugari AirAsia Indonesia dengan Snack Bag gratis untuk penumpang rute Jakarta-Sorong dan sebaliknya. (Foto: ist/airasia)

Low Cost Carrier atau maskapai berbiaya rendah AirAsia Indonesia melakukan terobosan dalam menerbangi rute Jakarta-Sorong pp dengan memberikan snack bag atau paket makanan ringan dan minuman pada penumpangnya.

Langkah ini patut diacungi jempol mengingat waktu terbang rute medium haul atau jarak sedang ini sekira 4 jam.

Seperti diberitakan sebelumnya, AirAsia sempat vakum melayani rute ke Sorong dari Jakarta di masa pandemi Covid-19. Rute itu kembali diterbangi per 04 Desember 2020 lalu. AirAsia menerbangi rute ini dua kali sepekan, yaitu tiap Jumat dan Minggu.

Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga, dalam siaran persnya mengatakan, AirAsia Indonesia memahami dalam situasi seperti sekarang beberapa pelanggan melakukan perjalanan untuk urusan penting dan mendesak. Itu membuat mereka terkadang memesan tiket secara last minute, sehingga tidak sempat memesan makanan 24 jam sebelum penerbangan.

Sementara, sesuai dengan peraturan yang berlaku, AirAsia Indonesia hanya dapat menghidangkan makanan yang telah dipesan sebelum penerbangan, atau pre-booked meals, dan belum dapat melakukan penjualan makanan di pesawat.

“Oleh karenanya, kami harap layanan Snack Bag gratis ini dapat memberikan nilai lebih bagi yang akan terbang dari dan ke Sorong, selain bagasi gratis 15 kg,” ujarnya.

Layanan Snack Bag gratis dapat dinikmati tanpa pemesanan terlebih dahulu dan disediakan sesuai dengan jumlah tamu pada saat penerbangan dari dan ke Sorong.

“Kami juga tetap berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama penerbangan dari dan ke Sorong, dan melakukan pembatasan kursi sesuai dengan kapasitas maksimal yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga pelanggan kami dapat merasa lebih nyaman dan aman saat terbang,” tegasnya.

Sementara itu, di pekan pertama Desember ini AirAsia Indonesia mencatat tingkat keterisian hingga 65% untuk rute Jakarta-Sorong. Tingkat ini diperkirakan akan meningkat menjelang puncak libur Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga :
LNG Normal Lagi, BI Prediksi PE Papua Barat 2018 Meningkat

Hal ini juga didukung oleh perubahan persyaratan masuk ke Sorong sejak bulan Desember 2020, yang kini dapat melampirkan hasil Rapid Test non reaktif, atau Swab/PCR negatif yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan.(*/dixie)