SIPD Bikin DPR Papua Barat Kesulitan Bedah RAPBD

SIPD Bikin DPR Papua Barat Kesulitan Bedah RAPBD
Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor.

Penggunaan Sistem Informasi Pemeritah Daerah (SIPD) yang mengganti Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) membuat DPR Papua Barat agak kesulitan membedah RAPBD 2021 Papua Barat.

Pasalnya, menurut Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, dalam SIPD tidak tertulis jelas angka dan lokasi program yang akan dikerjakan.

“(SIPD) Hanya garis besarnya saja. Misalnya bangun jalan angka sekian, tapi lokasinya di mana saja dan berapa anggaran masing-masing  tidak diketahui di mana. Kalau SIMDA semua jelas dan terinci,” ujar Wonggor menjawab papuakini. Rabu (17/02/2021).

Kondisi itu membuat DPR juga kesulitan untuk memastikan apakah program yang diajukan itu baik untuk masyarakat atau tidak. Itu sebabnya ada banyak catatan yang diberikan komisi dan fraksi terkait hal tersebut.

EVALUASI PADOMA

Selain itu, Wonggor juga mengatakan perlu ada evaluasi terhadap BUMD PT Papua Doberai Mandiri (Padoma).

“Catatan penting terkait Padoma . Pemerintah harus evaluasi karena selama ini belum jelas. Punya pesawat. Pengurusnya banyak dari pusat. Jika dievaluasi, maka jika ada kekurangan, bisa kita sama-sama cari jalan untuk diperbaiki,” tandas Wonggor.(dixie)

Baca Juga :
DPR Papua Barat Kejar 7 Perdasus dan Tambahan Dana Otsus di DPR RI