Ketersediaan Lahan Kunci Realisasi Perluasan Bandara Rendani

Ketersediaan Lahan Kunci Realisasi Perluasan Bandara Rendani
Kepala Bandara Rendani, Paryono, memaparkan master plan perpajangan landas pacu dan perluasan fasilitas Bandara Rendani, Manokwari, pada Bupati Manokwari, Hermus Indou, di gedung Sasana Karya Pemkab Manokwari, 17 Maret 2021.

Kepastian ketersediaan lahan merupakan kunci realisasi dan cepat tidaknya perluasan dan perpanjangan landas pacu Bandara Rendani.

Ini terungkap dalam paparan pengembangan Bandara Rendani di ruang Sasana Karya Pemkab Manokwari yang dipimpin Bupati Manokwari, Hermus Indou, dan diikuti berbagai instansi terkait, Rabu (17/03/2021).

Kepala Bandara Rendani, Paryono, berharap lahan perluasan dan perpanjangan tersebut bisa tuntas di tahun ini, agar dana dari Kementerian Perhubungan, melalui Ditjen Perhubungan Udara, bisa dikucurkan di 2022 nanti.

Pria yang pernah bertugas di Sorong, Merauke, Wamena, dan Jayapura itu mengatakan, jika dana itu dikucurkan, maka perpanjangan landas pacu bukan ke 2100 meter lagi tapi langsung ke 2300 meter, dari panjang landas pacu saat ini yang 2000 meter, untuk kemudian dilanjutkan sampai 2500 meter di tahap berikutnya.

Ketersediaan Lahan Kunci Realisasi Perluasan Bandara Rendani
Master plan rencana perluasan Bandara Rendani, Manokwari.

Perpanjangan landas pacu itu, jelas pria yang juga pernah bertugas di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah itu, selain merupakan bagian dari pembangunan Manokwari sebagai ibukota Provinsi Papua Barat, juga bagian dari keselamatan penerbangan karena karakteristik angin yang tidak menentu.

“(Faktor angin) Itu berpengaruh pada keselamatan penerbangan terutama saat landing atau take off. Jadi jika seandainya saat mendarat pesawat terdorong angin kencang, masih ada space,” tutur Paryono yang mulai bertugas di Manokwari medio Maret 2020 lalu itu.

Paryono juga menyampaikan rencana peralihan jalan, terkait rencana perluasan terminal penumpang, kargo, VIP Room, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya yang selain terkendala jalan, juga lahan.

Pasalnya, perluasan tersebut akan melintasi ruas jalan ke dan dari bandara. Kondisi itu juga membutuhkan jembatan.

Peralihan jalan sementara itu bisa dihindarkan jika rencana jalan di sisi pantai pantai yang akan dikerjakan Balai Jalan terealisasi.(dixie)