GPI Jalan Suci, Kecil-Kecil Cabe Rawit

GPI Jalan Suci, Kecil-Kecil Cabe Rawit
Wakil Ketua Sinode GPI Jalan Suci di Indonesia, Pdt Franky Tumbelaka.

Small is beautiful. Kecil-kecil cabe rawit. Predikat ini cocok diberikan untuk Gereja Pekabaran Injil (GPI) Jalan Suci.

Pasalnya, dengan jumlah umat yang relatif sedikit, gereja ini, dengan bantuan berbagai pihak, bisa melakukan hal besar.

Contohnya adalah pembangunan gedung gereja GPI Jalan Suci Yerusalem di Manokwari.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan gereja GPI Jalan Suci Jemaat Yerusalem Manokwari itu menelan biaya Rp7.945.396.800. Lebih dari setengahnya, Rp4.968.220.000, merupakan swadaya jemaat.

Bukan pekerjaan kecil.

Apalagi, keterangan Wakil Ketua Sinode GPI Jalan Suci di Indonesia, Pdt Franky Tumbelaka, menyebutkan hanya ada sekira 1000 umat GPI Jalan Suci di Manokwari, dan sekira 16 ribu se Tanah Papua.

Keuletan jemaat ini tak pelak dapat apresiasi dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dan Bupati Manokwari Hermus Indou.

Gereja yang hadir pada 1978, mulanya Yayasan Pekabaran Injil Jalan Suci, ini berpusat di Kota Sorong.

Sabtu 27 Maret 2021, gedung gereja GPI Tanah Suci Yerusalem Manokwari diresmikan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang meletakkan batu pertama pembangunan gereja itu medio Agustus 2008 saat dia jadi Bupati Manokwari.

Peresmian itu dibarengi dengan Rakerda II GPI Tanah Suci, peresian rumah pastori, dan pertemuan Rayon II yang terdiri dari wilayah Manokwari, Kaimana, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Biak, Serui, Waropen, Nabire, Deiyai.

Pelaksaan Rakerda itu dapat topangan dana dari Pemprov Papua Barat Rp200 juta dan Pemkab Manokwari Rp100 juta.(dixie)

Baca Juga :
Usai Tes Psikologi, Mereka Tersenyum