Lusa Peresmian Tugu Perdamaian Pengampunan Orang Arfak Jaman Jepang di Momi Waren

Lusa Peresmian Tugu Perdamaian Pengampunan Orang Arfak Jaman Jepang di Momi Waren
Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, di lokasi Tugu Perdamaian di Kampung Dembek, Distrik Momi Waren, 21 April 2021.

Gubernur Papua Barat, sebagai Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan, dijadwalkan akan meresmikan Tugu Perdamaian di Kampung Dembek, Distrik Momi Waren, Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat (23/04/2021) lusa.

Gubernur Papua Barat akan didampingi Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, dan tokoh agama Katolik dan Protestan dalam peresmian tersebut.

Mereka juga akan berdoa mohon perdamaian, pengampunan, dan berkat dalam peresmian Tugu Perdamaian ini.

Menurut Markus Waran, pembangunan tugu itu berlatar belakang sejarah kelam dosa yang dilakukan moyang suku besar Arfak, terhadap seorang Pastor bule yang bertugas di masa penjajahan Jepang medio 1942 lalu.

Bupati Manokwari Selatan juga mengatakan kawasan ini pernah punya perkebunan kapas di masa itu. Juga ada kilang minyak, bandara, dan terowongan Jepang.

“Saya punya tete juga kerja di perkebunan kapas di sini. Ketua GKI Tanah Papua pertama, Domine Filep Jacob Spener Rumainum, pernah jadi mandor di perkebunan kapas Jepang itu. Pisang dan terong di sini dibawa orang-orang Jepang di masa itu,” kata Bupati Manokwari Selatan di lokasi tugu tersebut, Rabu (21/04/2021).

Kala itu, kata Bupati Manokwari Selatan, para tua-tua itu membunuh sang Pastor karena mereka ingin memiliki senjata laras panjang Pastor tersebut.

Hal tersebut diperkirakan menjadi salah satu sebab kehidupan masyarakat di Distrik Momi Waren, khususnya Kampung Dembek, sebuah kampung tua yang pertemuan orang suku Arfak dari gunung bertemu dengan orang suku Wamesa, sulit berkembang pesat.

Markus Waran juga mengatakan peresmian tugu ini belajar dari pengalaman atas doa yang dilakukan (Almarhum) Esau Sesa, Bupati pertama Manokwari, bersama keluarga besar masyarakat Manokwari di Pulau Mansinam.

“Agar dosa masa lalu diampuni. Agar apa yang dilakukan orang-orang tua kami dulu tak lagi jadi halangan bagi kehidupan kami. Agar ke depan anak-anak asli negeri ini diberkati Tuhan dan jadi tuan di negeri sendiri,” tandas Bupati Manokwari Selatan.(dixie)