Masyarakat Diharapkan Tak Beli Kendaraan Dari Luar Papua Barat

Masyarakat Diharapkan Tak Beli Kendaraan Dari Luar Papua Barat
Kepala Badan Pendapatan Papua Barat, Charles HP Hutauruk.

Warga Papua Barat, atau yang berdomisili di Papua Barat, sangat diharapkan untuk sedapatnya membeli barang-barang yang dibutuhkan di Papua Barat saja, bukan dari luar daerah.

Hal serupa berlaku untuk pembelian kendaraan bermotor, seperti mobil yang saat ini sedang ada pemotongan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) dari pemerintah pusat.

Pasalnya, jika mobil itu dibeli di dalam Papua Barat, maka potensi pendapatan pemerintah daerah dari Pajak Kendaraan Bermotor dan pajak bahan bakar akan bertambah.

“Jika karena satu dan lain hal terpaksa membeli dari luar daerah, sedapat mungkin off the road agar registrasinya dilakukan di Papua Barat sehingga jadi objek pajak di sini.” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Papua Barat, Charles HP Hutauruk, Kamis (22/04/2021).

Kalaupun membeli mobil bekas dari luar Papua Barat, diharapkan secepatnya melakukan balik nama pemilik kendaraan, di mana pembeli kendaraan bekas itu akan dapat insentif berupa pembebasan Bea Balik Nama Kendaran Bermotor (BBNKB).

Menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah Papua Barat, meningkatnya transaksi lokal ini akan membantu percepatan peningkatan perekonomian Papua Barat, bahkan Indonesia, yang terpukul dalam pandemi Covid-19 ini.(dixie)

Baca Juga :
Dapat 800 Juta di 2019, Bea Cukai Manokwari Target Pendapatan Komoditas Ekspor Baru