Peserta Pleno Golkar Papua Barat Gaungkan Airlangga Presiden, LJ Gubernur

Peserta Pleno Golkar Papua Barat Gaungkan Airlangga Presiden, LJ Gubernur

Seluruh pengurus serta kader DPD Partai Golkar Papua Barat masa bhakti 2020-2025 serempak gaungkan jargon “Airlangga Presidenku, Lambert Jitmau (LJ) Gubernurku” dalam sesi foto usai Rapat Pleno Pengurus DPD Partai Golkar Papua Barat di sebuah hotel di Manokwari, Papua Barat, Kamis (29/04/2021).

Haryono Maulana May, Wakil Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga Golkar Papua Barat, secara terpisah mengungkapkan, jika dilihat dari kinerja Menko Perekonomian dalam kabinet Indonesia Bersatu, Airlangga telah terbukti dan pantas untuk menjadi “The Next RI 1”.

Kematangan, kejelian serta keberanian Airlangga tampil sebagai katalisator ketika kondisi bangsa ini berada dalam masa pandemi, menjadi kunci keberhasilan Indonesia menjadi salah satu negara yang cepat bangkit dan pulih dari efek pandemi Covid-19.

“Bisa dilihat ketum orang yang berani, jeli dan matang. Saat pandemi Covid melemahkan ekonomi dunia, Indonesia bisa cepat bangkit. Strategi New Normal, PPKM, jaring pengaman sosial, semua itu bukti ketum sangat cocok untuk meneruskan kepemimpinan Jokowi,” kata Haryono.

Terkait Lambert Jitmau, Haryono menilai, sebagai Ketua Golkar Papua Barat dan Walikota Sorong, dirinya juga pantas mendapat dukungan dari mayoritas pengurus serta kader pohon beringin di Papua Barat untuk maju sebagai calon Gubernur Papua Barat.

Pasalnya, selama menjabat sebagai Walikota Sorong, Lambert merupakan sosok yang berani mengambil keputusan, cermat dan sukses mengantarkan Sorong sebagai salah satu kota termaju dan modern di Papua Barat.

“Bagaimana perkembangan Kota Sorong? Dengan APBD kecil tapi pembangunan terjadi di mana-mana. Beliau punya peran besar membangun bandara terbesar di Papua Barat, pasar terbesar, reklamasi, dan pintar genjot PAD,” terang Haryono

Ketika dimintai tanggapannya, Lambert Jitmau hanya menjawab singkat bahwa dukungan itu murni berasal dari jajaran pengurus serta kader Golkar Papua Barat.

Baca Juga :
AFU: AHY Mutiara Partai Demokrat

“Bukan saya yang bilang. Itu mereka (pengurus dan kader) yang mau,” jelasnya.(wan)