Dilantik Besok, Mambor – Kayukatui Fokus Normalisasi Perputaran Ekonomi Teluk Wondama

Dilantik Besok, Mambor - Kayukatui Fokus Normalisasi Perputaran Ekonomi Teluk Wondama
Hendrik Syake Mambor (kiri) dan Andarias Kayukatui akan dilantik sebagai Bupati Teluk Wondama dan Wakil Bupati Teluk Wondama, 05 Mei 2021.

Menormalkan perekonomian masyarakat Teluk Wondama jadi salah satu perhatian utama Bupati dan Wakil Bupati terpilih Teluk Wondama, Hendrik Syake Mambor dan Andarias Kayukatui.

Ini jadi perhatian utama karena, menurut Hendrik Syake Mambor, data Kemenkeu menunjukkan pada 2016-2019 kapasitas fiskal Teluk Wondama di angka 0,53 dan di 2020 di 0,4.

“Ini kategori rendah. Artinya perputaran uang di Teluk Wondama sangat minim. Kami akan pulihkan ini,” ujar Hendrik Syake Mambor pada papuakini di Manokwari, Selasa (04/05/2021).

Angka ini sangat bertolak belakang dengan kondisi fiskal Teluk Wondama yang sangat tinggi di tahun 2006-2009 yang berkisar di 1,7 sampai 2.

Hendrik Syake Mambor mengatakan ini menjawab papuakini usai menjalani tes antigen Covid-19 untuk persiapan pelantikannya bersama Andarias Kayukatui sebagai Bupati dan Wakil Bupati Teluk Wondama oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, di auditorium PKK, Rabu (05/05/2021) besok.

BANDARA DAN PARIWISATA

Selain kondisi fiskal, Hendrik Syake Mambor dan Andarias Kayukatui, juga akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya bandara, dan pariwisata.

Hendrik Syake Mambor menyatakan sudah membahas hal itu dengan instansi-instansi terkait. “Bandara dan Aitumeri sudah harus dibangun tahun depan. AdA uang atau tidak, cukup atau tidak, harus kita bangun karena dampaknya sangat positif pada seluruh aspek, terutama dalam menigkatkan perekonomian masyarakat,” tegas Hendrik Syake Mambor.

Untuk kepariwisataan, Hendrik Syake Mambor menyatakan sudah meminta Kepala Dinas Pariwisata Teluk Wondama untuk persiapkan Perda Cagar Budaya untuk kawasan-kawasan wisata seperti Aitumeri.

Cagar-cagar budaya itu akan membuat Teluk Wondama bisa dapat kucuran dana dari APBN.

Selain itu, ikon Teluk Wondama sebagai Pusat Peradaban di Tanah Papua, di mana orang Papua mulai tahu membaca dan menulis, akan terus dipertahankan dan ditingkatkan.(dixie)