Transaksi Pasar Murah Borarsi Capai 1 M

Transaksi Pasar Murah Borarsi Capai 1 M
Penutupan pasar murah jelang Idul Fitri 1442 H di Lapangan Borarsi, 08 Mei 2021.

Transaksi yang terjadi dalam pasar murah jelang Idul Fitri di Lapangan Borarsi, Manokwari, dari 06 – 08 Mei 2021 ditaksir mencapai Rp1 M.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat, George Yarangga, pasar murah tahun ini lebih banyak dikunjungi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu membuat lebih banyak transaksi yang terjadi, apalagi harga barang yang dijual di pasar murah ini lebih murah Rp5 ribu sampai Rp20 ribu dibanding harga normal.

Masyarakat yang berbelanja dengan pembayaran melalui aplikasi Qris, misalnya, diberikan potongan harga Rp20 ribu oleh Bank Indonesia. Jadi, telur yang normalnya Rp50 ribu per ram cukup ditebus dengan Rp30 ribu bila dibayar melalui QRIS.

Salah satu distributor menyatakan transaksi mereka mencapai Rp90 juta selama pasar murah ini. “Jadi pasar murah ini saling membantu. Konsumen belanja dengan harga yang murah, distributor juga dapat omset lumayan,” tutur George Yarangga.

Produk yang dijual di pasar murah ini, antara lain, beras, gula, tepung, mentega, miyak goreng,
telur, bawang merah dan putih, sirup, soft drink, dan sayur-sayuran.

“Pemerintah berharap stok bapok tetap tercukupi dan stabilitas harga tetap terkendali di H-5 memasuki Idul Fitri 1442 H,” ungkap George Yarangga.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat lalu mengatakan ada sejumah masukan yang diberikan peserta pasar murah, seperti soal keamanan dan kebersihan, yang akan ditindaklanjuti di kegiatan-kegiatan serupa selanjutnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat berterima kasih pada Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang membantu 1000 paket bapok untuk masyarakat kurang mampu saat pembukaan pasar murah ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat juga berterima kasih pada seluruh pihak yang membantu terlaksananya kegiatan ini.

Baca Juga :
Gubernur Papua Barat Salurkan Bantuan Bapok dan Tangan Kasih Tahap I Sorong dan Kabsor

Pasar murah ini diikuti 10 pelaku usaha dengan didukung Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Papua Barat yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah Papua Barat, BULOG Sub Divre Manokwari, Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Papua Barat, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat.(dixie)