Rektor Unipa Paparkan Hasil Studi Kelayakan SMA Unggulan Taruna Kasuari Nusantara

Rektor Unipa Paparkan Hasil Studi Kelayakan SMA Unggulan Taruna Kasuari Nusantara
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, bersama tim studi kelayakan SMA Taruna Kasuari Nusantara, dan OPD-OPD terkait, 10 Mei 2021.

Realisasi rencana Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk mendirikan sekolah unggulan SMA Taruna Kasuari Nusantara semakin dekat. Semua hal terkait pendirian SMA unggulan itu terus dibahas dan dicarikan solusinya.

Yang teranyar adalah pemaparan studi kelayakan rencana pendidikan SMA Taruna Kasuari Nusantara itu oleh tim studi kelayakan.

Tak main-main, pemaparan itu disampaikan Rektor Unipa, dr Meky Sagrim SP MSi, sebagai Wakil Ketua Tim Studi Kelayakan SMA Taruna Kasuari Nusantara, di hadapan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dan pimpinan OPD-OPD terkait, di Manokwari, Senin (10/05/2021).

Menurut Asisten III Papua Barat, sebagai Ketua Tim Pendiri SMA Taruna Kasuari Nusantara, Reymond RH Yap, pada intinya studi kelayakan yang dilakukan menunjukkan bahwa SMA Taruna Kasuari Nusantara layak didirikan untuk meningkatkan kualitas SDM Papua Barat, khususnya Orang Asli Papua.

“Sesuai rencana, tahun ini kita akan mulai penerimaan siswa angkatan pertama sebanyak 72 orang, dengan kurikulum khusus yang memasukkan muatan lokal dan konservasi alam karena Papua Barat adalah provinsi konservasi,” tutur Asisten III Papua Barat menjawab papuakini.

Dilaporkan juga perkembangan renovasi BLK yang akan dijadikan lokasi SMA Taruna Kasuari Nusantara, seperti ketersediaan ruangan, kantor, asrama, dan laboratorium bahasa.

Rektor Unipa Paparkan Hasil Studi Kelayakan SMA Unggulan Taruna Kasuari Nusantara
Asisten III Papua Barat, sebagai Ketua Tim Pendiri SMA Taruna Kasuari Nusantara, Reymond RH Yap.

Untuk fasilitas yang belum ada, tim studi kelayakan merekomendasikan kerjasama dengan sekolah lain yang memiliki fasilitas tersebut, sembari menanti pengadaan fasilitas-fasilitas yang belum ada.

Dinas Pendikan Papua Barat melaporkan perkembangan perekrutan dan seleksi calon guru SMA Taruna Kasuari Nusantara di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Sorong Selatan.

“Nanti akan ada rapat tindak lanjut setelah grand design selesai. Kemudian kita rapat terakhir untuk menetapkan kapan proses belajar mengajar dimulai, yang rencananya akan diresmikan Gubernur Papua Barat,” beber Asisten III Papua Barat.

Baca Juga :
Pemkab Manokwari Liburkan TK, SD, SMP Mulai 19 Maret 2020
Rektor Unipa Paparkan Hasil Studi Kelayakan SMA Unggulan Taruna Kasuari Nusantara
Kepala Balitbangda Papua Barat, Charlie Danny Heatubun.

Terpisah, Kepala Balitbangda Papua Barat, Dr Charlie Danny Heatubun SHut MSi FLS, mengatakan akan menyiapkan dokumen master plan yang mengarahkan proses pendirian dan pengembangan SMA Taruna Kasuari Nusantara ini.

Master plan lengkap dengan time schedule itu akan berisikan hal-hal seperti butuh berapa guru, kurikulumnya apa, fasilitas yang harus disediakan dan dilengkapi apa, kapan penerimaan dibuka di 2021, kapan kekurangan-kekurangan dilengkapi, dan 2022 akan melakukan apa, kapan kelas yang mulanya 3 kelas dengan 72 siswa akan ditambah, kapan bisa ada siswa perempuan.

“Juga pemenuhan regulasi yang dibutuhkan. Kita harap setelah Lebaran kita akan presentasikan draft master plan itu,” tutur Charlie Heatubun.(dixie)