Bupati Kaimana Bakal Ganti Direktris RSUD

Bupati Kaimana Bakal Ganti Direktris RSUD
Bupati Kaimana, Freddy Thie, melihat kondisi di ruang perawatan pasien bedah RSUD Kaimana, dalam inspeksi mendadak 14 Mei 2021 malam.

Bupati Kaimana, Freddy Thie, akan mengganti Direktris RSUD Kaimana, dr Joulanda Mentang. Keputusan diambil setelah Bupati Kaimana menginspeksi mendadak RSUD tersebut sekira pukul 21.00 WIT, Jumat (14/05/2021).

Bupati Kaimana datang hanya didampingi ajudan. Dokter jaga dan para perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kaimana kaget.

Bupati Kaimana kemudian mengecek sejumlah fasilitas IGD, berkomunikasi dengan dokter dan perawat yang bertugas, dan bercakap-cakap dengan sejumah pasien rawat inap. Bupati Kaimana mendoakan agar para pasien tersebut cepat sembuh.

Bupati Kaimana juga menginspeksi ruang rawat inap pasien pria dan wanita, ruang inap pasien bedah, ruang inap ibu melahirkan dan bayi, ruang operasi, dan ruang radiologi.

Menjawab papuakini, Bupati Kaimana menyatakan akan berkonsultasi dengan instansi terkait menyangkut rencana pergantian ini.

Bupati Kaimana mengatakan, berdasarkan regulasi, pergantian dapat dilakukan enam bulan setelah pelantikan bupati dan wakil bupati, namun bisa dipercepat jika terdapat kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan dilakukan pergantian.

Bupati Kaimana mengungkapkan menemukan banyak persoalan dalam inspeksi mendadak ini. Mulai dari kebersihan luar dan dalam ruangan, rusaknya sejumlah fasilitas karena tidak terawat, sampai tidak adanya kerjasama baik sebagai satu tim dalam RSUD karena masing-masing mempertahankan ego.

“Masalah utama di RSUD ini tidak ada kerjasama yang baik. Masih ada ego dari masing-masing orang. Selain itu tidak ada ketegasan dari pimpinan,” ungkap Bupati Kaimana.

“Kemudian fasilitas umum seperti kamar mandi banyak yang tidak layak dan kotor. Ventilasi udara di ruang rawat pasien pria dan dan wanita tidak terlalu bagus. Kipas dan AC rusak. Juga sarana lain. Demikian juga dengan ruang inap bagi anak dan ibu melahirkan, semua bermasalah,” tegas Bupati Kaimana.

Bupati Kaimana akan memanggil dan meminta Dinas Kesehatan dan RSUD Kaimana menyusun perencanaan dan kebutuhan prioritas, agar bisa dimasukan dalam APBD Perubahan tahun ini.

Menanggapi ini, Direktris RSUD Kaimana, dr Joulanda Mentang, kepada papuakini melalui telpon selulernya, Sabtu (15/05/2021) menyatakan siap diganti karena itu merupakan kewenangan Bupati Kaimana.

“Sebagai pelayan, saya sudah bekerja dengan maksimal, tetapi kalau memang demikian, maka syukur alhamdulilah, dan saya siap untuk diganti,” kata mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana ini.

Baca Juga :
Polres dan Wartawan Kaimana Gelar Aksi Dukung Joan Idol

Menurutnya, berbagai masalah yang dihadapi di RSUD Kaimana telah berulangkali, diusulkan termasuk soal hak-hak perawat. Hanya saja, usulan-usulan tersebut tidak diakomodir.

“Saya sudah berbuat semampu saya. Jadi masalah kinerja itu karena hak-hak tidak diperhatikan. Bukan saya yang tidak perhatikan karena saya sudah usulkan,” aku Direktris RSUD Kaimana.

Wanita yang menjadi Direktris RSUD Kaimana sejak Januari 2019 itu mengatakan, ada 400 tenaga di RSUD Kaimana yang harus diurus terkait hak-hak mereka. Ada pula kekurangan di tahun 2020 yang belum terbayarkan.

Menyangkut kebersihan, Joulanda Mentang mengatakan sudah berulangkali menyampaikan ke pihak ketiga yang selama ini bertugas mengurusnya, namun tetap saja kurang diperhatikan. Malah kadang dia turun langsung mengumpulkan sampah.

Joulanda Mentang mengungkapkan tanggungjawab sebagai Direktris RSUD Kaimana menjadi berat ketika ada Covid-19. Hal ini yang kemudian menyebabkan upaya memperbaiki pelayanan di RSUD menjadi terhambat, karena semua terfokus ke penanganan Covid-19.

Joulanda Mentang kemudian menyatakan pernah mengajukan pengunduran diri medio November 2020, namun tidak mendapat restu. Kini dia telah mengurus semua surat pensiun karena akan purna bakti medio Oktober 2021.

“Saya sudah siap sejak pergantian bupati, bahkan sebelumnya saya sudah pernah bicara tidak sanggup. Saya merasa tidak sanggup karena terlalu berat dengan adanya Covid-19. Kita mau perbaikan rumah sakit tapi semua lari ke Covid-19,” terang Joulanda Mentang.(yos)