Halal Bi Halal Kerukunan Keluarga Besar Aru Manokwari Padat Pesan Persatuan

Pesan persatuan dan kesatuan antar suku dan agama sangat terasa dalam Halal Bi Halal Kerukunan Keluarga Besar Aru Manokwari di hotel Aston Niu Manokwari, Sabtu (19/06/2021).

Diawali dengan tilawatil Qur’an, pesan persatuan dan kesatuan tanpa membedakan suku dan agama itu disampaikan Ustad Agus Siswanto dengan tegas tapi kocak.

Dengan bahasa sehari-hari yang mudah dicerna, dan terkadang diiringi lantunan lagu, Ustad Agus Siswanto, mengingatkan bahwa kita semua adalah turunan Adam dan Hawa.

Pesan senada disampaikan Ketua Kerukunan Keluarga Besar Aru Manokwari, Yordan Komnaris SH. Warga Aru sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu di Tanah Papua, khususnya Papua Barat, dengan konsentrasi terbanyak di Kabupaten Kaimana, Fakfak, dan Raja Ampat, serta Kota Sorong.

“Bahkan di Raja Ampat ada Kampung Aru dengan 575 KK,” tutur Yordan Komnaris yang lahir di Manokwari dalam kegiatan yang dihadiri, antara lain, Robert Rumbekwan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Gubernur Papua Barat ini.

“Flora dan Fauna Tanah Papua juga ada di Kepulauan Aru, seperti burung Cenderawasih dan Kangguru,” tambah Yordan Komnaris yang pernah 6 tahun bertugas di Minyambouw dalam kegiatan yang dimeriahkan dengan penampilan group qasidah Fatatul Bahri Kepulauan Aru ini.

Pesan persatuan dan kesatuan juga dikatakan Bupati Manokwari, Hermus Indou, sejalan dengan visi Manokwari sebagai kota peradaban dan ibukota provinsi Papua Barat.

“Penguatan sosial keagamaan menjadi concern saya dan Pak Wakil (Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo, red),” tutur Bupati Manokwari.

Sejalan dengan itu, Pemkab Manokwari akan terus memperkuat struktur kelembagaan semua suku Papua dan suku Nusantara dan sarana prasarananya, termasuk pembangunan kesekretariatan.

“Terima kasih atas partisipasi dan kontribusi besar para tua tua Aru. Saya harap dilanjutkan generasi muda Aru,” pesan Bupati Manokwari.

Baca Juga :
Transito Wosi Jadi Kolam Kecil

Sebelumnya, Ketua Panitia, Nico Apalem, melaporkan dana kegiatan ini berasal dari sumbangan kasih Gubernur Papua Barat, sumbangan spontan panitia, sumbangan sukarela keluarga besar Aru, dan sisa dana perayaan Natal KKBA 2020.(dixie)