SMA Taruna Kasuari Nusantara Tak Boleh Terapkan Tak Ada Rotan Akar pun Jadi

SMA Taruna Kasuari Nusantara Tak Boleh Terapkan Tak Ada Rotan Akar pun Jadi
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan (kiri) dalam pembukaan Lokakarya Kurikulum SMA Taruna Kasuari Nusantara di sebuah hotel di Manokwari, 12 Agustus 2021.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengingatkan SMA Taruna Kasuari Nusantara tak boleh boleh menggunakan peribahasa ‘tak ada rotan akar pun jadi.’

“Rotan harus rotan. Tak boleh akar. Artinya (siswa-siswi) sekolah tak ada rekomendasi dari siapa pun, baik dari gubernur, bupati, walikota, atau kepala suku. Mereka benar-benar (siswa-siswi) yang ikut seleksi, lulus, dan diterima,” tegas Gubernur Papua Barat.

Gubernur Papua Barat mengatakan ini dalam pembukaan Lokakarya Kurikulum SMA Taruna Kasuari Nusantara di sebuah hotel di Manokwari, Kamis (12/08/2021).

Saat ini ada 74 siswa angkatan pertama SMA Taruna Kasuari Nusantara. Mereka diseleksi dari seluruh SMP di Papua Barat. Ke depan juga akan direkrut siswi karena cukup banyak yang berminat.

Para guru juga sudah diseleksi dan direkrut. Para guru ini hadir dalam lokakarya tersebut.

“Saat ini bapak dan ibu guru merupakan pilihan terbaik. Semoga bapak ibu tunjukkan yang terbaik pula karena input terbaik akan hasilkan output terbaik pula, sehingga tujuan SMA Taruna Kasuari Nusantara akan tercapai,” pesan Gubernur Papua Barat.

Gubernur Papua Barat kemudian mengapresiasi Balitbangda Papua Barat yang telah melaksanakan petunjuk dan arahan dengan baik terkait SMA Taruna Kasuari Nusantara.

“Saya harap sinergi dan semangat membara terus dipertahankan, dan semua pihak terkait terus bersinergi, kolaborasi, agar semua fasilitas sarana dan prasarana sambil jalan kita penuhi,” ungkap Gubernur Papua Barat.

Gubernur Papua Barat lalu menggarisbawahi bahwa apa yang dilakukan saat ini adalah untuk menyiapkan generas muda dan calon pemimpin Papua Barat yang unggul, berdaya saing global, berkarakter, berbudaya, dan berwawasan lingkungan.

Sebelumnya, Kepala Balitbangda Papua Barat, Charlie D Heatubun, mengatakan lokakarya selama tiga hari ini mengundang, antara lain, praktisi, pakar pendidikan, guru dari SMA Taruna Nusantara Magelang, tim penyusunan kurikulum, akademisi Unipa, staf LPMP Papua Barat, Dinas Pendidikan Papua Barat, praktisi, dan staf Balitbangda Papua Barat.

Baca Juga :
Gubernur Papua Barat Ajak Masyarakat Kaimana Doakan Tenaga Medis

“Harapannya, begitu lokakarya selesai, akan dihasilkan silabus dan rencana pemberlajaran yang bisa langsung digunakan di SMA Taruna Kasuari Nusantara,” tandas Kepala Balitbangda Papua Barat.(dixie)