Dies Natalis, STIH Caritas Papua dan STIE Mah Eisa Bekali Mahasiswa Dengan Webinar Kekinian

Dies Natalis, STIH Caritas Papua dan STIE Mah Eisa Bekali Mahasiswa Dengan Webinar Kekinian
Ketua Badan Pembina Yayasan Caritas Papua, Dr Roberth KR Hammar SH MHum MH.

Dies Natalis XIX dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) STIH Caritas Papua (dulu STIH Bintuni di Manokwari) dan STIE Mah Eisa Manokwari diwarnai dengan berbagai webinar kekinian untuk para mahasiswanya.

Dua webinar digelar pada 18 Agustus 2021 dengan narasumber Guru Besar Universitas Katolik Parahyangan, Prof Dr Catharina Dewi Wulansar PhD SH MH SE MM, dan Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Prof Dr Amril Ghaffur PhD Drs MS SE MM.

Dua pemateri ini membawa topik Membuka Peluang Kerja dan Bisnis Mengenal Talenta Melalui Menggunakan Analisa Tulisan Tangan.

Dua pemateri ini membawa topik Membuka Peluang Kerja dan Bisnis Melalu Mengenal Talenta Menggunakan Analisa Tulisan Tangan

“Dari tulisan tangan bisa dipahami sikap, perilaku, dan kira-kira mahasiswa cocok di bidang apa ke depannya,” ujar Ketua Badan Pembina Yayasan Caritas Papua, Dr Roberth KR Hammar SH MHum MH.

Pria yang juga Kepala Biro Hukum Pemprov Papua Barat ini menyatakan, mahasiswa disiapkan untuk menginvestasikan masa depan berdasarkan ilmu pengetahuan masing-masing, yang sejalan dengan keinginan, kemampuan, dan kapasitas masing-masing.

“Ini bukan ramalan karena berdasarkan riset-riset ilmiah, dan disampaikan langsung oleh pakarnya,” ungkap Roberth Hammar.

Webinar ini kemudian dilanjutkan dengan webinar tentang perkembangan perguruan tinggi swasta yang menekankan pada perkembangan Industri 1.0 sampai Industri 4.0 serta Society 5.0 yang disampaikan Ketua APTISI pusat, Dr Ir HM Budi Djatmiko MSi.

Webinar juga akan digelar pada 19 Agustus 2021 dengan pembicara Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Dr Suriel S Mofu SPd MEd TEFL MPhil.

Mantan Rektor Unipa ini akan mendorong dan meningkatkan motivasi belajar sebagai bekal diri untuk terus berkembang, melihat peluang-peluang pendidikan yang tersedia, bagaimana dia bisa kuliah dan meraih gelar doktor dari universitas terkemuka di dunia, Oxford University.(dixie)