YKAN Dukung Perairan Misool Bagian Utara Jadi Kawasan Konservasi

YKAN Dukung Perairan Misool Bagian Utara Jadi Kawasan Konservasi
Pemandangan bawah laut di perairan Raja Ampat. (Foto: ist/Awaludinnoer/YKAN.)

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) sangat mendukung integrasi adat dan kebijakan lokal dalam Rencana Zonasi Calon Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat Area VII-Perairan Misool Bagian Utara.

“Salah satu contohnya adalah sasi, sebuah praktik pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dan berkelanjutan yang telah ada secara turun-temurun,” ujar Lukas Rumetna, Bird’s Head Seascape Manager YKAN, dalam keterangan pers yang diterima papuakini.

Dalam konteks Raja Ampat, tegasnya, pendekatan ini sangat penting karena peran adat yang sangat besar dalam menjaga sumber daya alam.

“Itulah mengapa sejak awal kami sangat mendukung perairan Misool bagian utara menjadi kawasan konservasi,” tutur Lukas Rumetna.

Lukas menambahkan, saat ini YKAN dengan dukungan Blue Action Fund aktif mendorong pengembangan kawasan konservasi di beberapa wilayah perairan Provinsi Papua Barat, termasuk Misool bagian utara.

Upaya ini selaras dengan program pemerintah dalam rangka pencapaian target 30 juta hektare kawasan konservasi pada tahun 2030 atau 10% dari luas perairan Indonesia.

Sebelumnya, untuk mempercepat penetapan perairan Misool bagian utara sebagai kawasan konservasi, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Penyusunan Dokumen Rencana Zonasi Calon Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat Area VII-Perairan Misool Bagian Utara, berdasarkan SK Gubernur Papua Barat Nomor 523/133/7/2021.

Atas dukungan ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat, yang juga Ketua Pokja, Jacobis Ayomi, berterima kasih.

“Kami berharap bisa terbangun sinergi seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan baik di Raja Ampat maupun di Papua Barat, sehingga tercipta tata kelola kelautan dan pesisir secara terpadu untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi secara lestari dan berkelanjutan,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat.

Baca Juga :
Bank Sampah Biriosi Berencana Ubah Sampah Jadi Paving Block

Zonasi di Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 13/2021.

Luas areanya sebesar 1.343.943 hektare yang terbagi dalam enam area pengelolaan, yaitu area I Kepulauan Ayau Asia, area II Teluk Mayalibit, area III Selat Dampier, area IV Perairan Kepulauan Misool, area V Perairan Kepulauan Kofiau-Boo, dan area VI Kepulauan Fam.(*/dixie)