Pangdam XVIII Kasuari Letakkan Batu Pertama Pura Kodam

Pangdam XVIII Kasuari Letakkan Batu Pertama Pura Kodam
Peletakan batu pertama pembangunan Pura Ksatria Shanti Bhuana di Makodam oleh Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, 16 Oktober 2021. (Foto: ist/Pendam XVIII/Kasuari.)

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, meletakkan batu pertama pembangunan Pura Kodam Kasuari di komplek Kodam Kasuari, Arfai, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (16/10/21).

Pura yang akan diberi nama Ksatria Shanti Bhuana tersebut nantinya untuk mewadahi prajurit, khususnya yang beragama Hindu di lingkungan Kodam Kasuari, dan sebagai pusat kegiatan keagamaan bagi umat Hindu di sekitarnya.

Nama tersebut bermakna ksatria berarti kita sebagai prajurit, shanti berarti kedamaian dan bhuana berarti dunia.

“Secara utuh berarti prajurit yang berjuang untuk mewujudkan kedamaian dunia,” ujar Pangdam XVIII Kasuari dalam keterangan tertulis yang diterima papuakini.

Pangdam menuturkan pemberian nama Pura tersebut sempat banyak berdiskusi dan memohon kepada Tuhan terkait nama apa yang pantas untuk pura yang akan dibangun ini.

“Nama ini terinspirasi dari sesanti Kodam Kasuari, yaitu Patriot Pembela Rakyat, dimana patriot itu adalah seorang ksatria, kumpulan orang-orang yang membela negara, Patriot adalah orang-orang yang berjuang untuk negara dan bangsa” ungkap Pangdam XVIII Kasuari.

Selama ini Kodam Kasuari telah memiliki sarana rumah ibadah seperti masjid dan gereja. Sedangkan rumah ibadah untuk umat Hindu belum ada.

Pura ini dibangun bersebelahan dengan tempat ibadah agama lain, sebagai wujud kerukunan umat beragama dan sebagai identitas keberagaman bangsa Indonesia.

“Toleransi umat beragama harus terus ditingkatkan. Saling menghormati dan menghargai adalah suatu hal yang mutlak di negeri yang kita cintai, termasuk di lingkungan Kodam Kasuari,” pungkas Pangdam.

Peletakan batu diawali dengan ritual Pangeruak atau Ngeruwak Bhuwana, yaitu upacara yang dilaksanakan sebelum mulai pengerjaan bangunan baru, sebagai permohonan kehadapan para bhuta kala agar mereka tidak mengganggu.(*)

Baca Juga :
Meriahnya Jalan Sehat HUT ke-58 YPK di Tanah Papua